KabarIndonesia – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Tamsil Linrung, menegaskan bahwa desain baru Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dijalankan pemerintah kini semakin berpihak kepada daerah.
Menurutnya, arah kebijakan fiskal nasional sudah selaras dengan visi besar Asta Cita yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
“Porsi APBN yang mengalir ke daerah semakin besar dan terukur. Program-program strategis seperti Makan Bergizi Gratis, koperasi, hingga ketahanan pangan adalah bukti nyata implementasi Asta Cita yang langsung menyentuh masyarakat,” ujar Tamsil, Kamis (21/08).
Tokoh yang kerap dijuluki maestro anggaran itu menekankan, skema fiskal baru tidak boleh dipandang sekadar pengurangan dana transfer konvensional. Sebaliknya, perubahan ini justru menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk lebih inovatif dalam menggali potensi lokal dan memperkuat kapasitas fiskalnya.
“Ini bukan soal berkurangnya dana transfer. Ini soal bagaimana kepala daerah mampu melihat peluang, menggali sumber-sumber baru, dan memperkuat kapasitas fiskal. Asta Cita membuka jalan agar daerah tidak lagi bergantung penuh pada pusat,” jelas mantan Ketua Badan Anggaran DPR RI tersebut.
Tamsil mencontohkan penerbitan obligasi daerah (municipal bond) sebagai salah satu instrumen kreatif untuk mendanai proyek-proyek produktif. Menurutnya, dengan tata kelola yang transparan, obligasi tidak hanya menjadi sumber pembiayaan, tetapi juga membangun kepercayaan pasar sekaligus menegaskan kemandirian fiskal daerah.
Selain obligasi, ia juga menyoroti potensi besar yang bisa digarap daerah melalui pengelolaan aset, pengembangan kawasan ekonomi, pemanfaatan jalur utilitas, hingga sektor energi. Semua itu, katanya, dapat menjadi sumber pendapatan alternatif yang sah, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan publik.
“Keberanian pemerintah daerah melakukan inovasi fiskal akan menentukan arah pembangunan. Asta Cita sudah menyiapkan kerangka besar, tinggal bagaimana daerah mengisinya dengan kreativitas dan kebijakan yang visioner,” tegasnya.
Lebih jauh, Tamsil menekankan pentingnya kepemimpinan kepala daerah dalam menyusun program yang berpandangan jauh ke depan. Menurutnya, otonomi daerah sudah memberikan ruang yang luas untuk menarik investasi dan mengembangkan potensi lokal, asalkan dijalankan dengan tata kelola yang sehat dan akuntabel.
“Sinergi pusat dan daerah adalah kunci. Dengan Asta Cita sebagai panduan, kita sedang diuji seberapa tangguh daerah mampu berdiri di atas kekuatan sendiri,” pungkasnya.












