KabarIndonesia.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dalam upaya perdamaian global dengan penandatanganan Board of Peace Charter atau Piagam Dewan Perdamaian di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2025).
Penandatanganan ini menandai dimulainya operasional Board of Peace (BoP), badan internasional baru yang bertugas mengawal proses transisi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pascakonflik.
Keikutsertaan Presiden Prabowo dalam penandatanganan piagam tersebut mewakili peran aktif Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia dan mendorong penyelesaian konflik internasional yang damai.
Langkah ini sejalan dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Board of Peace merupakan badan internasional yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengawasi administrasi, stabilisasi keamanan, serta rekonstruksi Gaza pada masa transisi pascakonflik.
Pembentukan BoP merupakan bagian dari Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza atau 20-Point Roadmap dan telah memperoleh dukungan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi 2803 (2025).
Resolusi tersebut juga mengatur pembentukan struktur pemerintahan Gaza yang bersifat teknokratis dan non-politik melalui National Committee for the Administration of Gaza (NCAG).
Dalam mandatnya, Dewan Perdamaian bertugas mengawasi pelaksanaan gencatan senjata, menjaga stabilitas keamanan, serta memastikan proses rekonstruksi Gaza berjalan sesuai prinsip hukum internasional.
Selain itu, BoP diarahkan untuk memulihkan tata kelola sipil dan menjamin transisi menuju perdamaian berkelanjutan di wilayah tersebut.
Keanggotaan BoP terdiri atas negara-negara yang diundang langsung oleh Ketua dengan perwakilan di tingkat kepala negara atau kepala pemerintahan.
Bagi Indonesia, partisipasi dalam Board of Peace memiliki makna strategis. Keterlibatan ini dimaksudkan untuk memastikan proses transisi Gaza tetap mengarah pada solusi dua negara (solusi dua negara), serta mencegah terbentuknya pengaturan permanen yang mengabaikan hak-hak rakyat Palestina.
Melalui forum ini, Indonesia akan aktif menyuarakan teriakan kekerasan, perlindungan warga sipil, pembukaan akses kemanusiaan, serta pemulihan tata kelola sipil Palestina.
Kehadiran Indonesia juga diharapkan menjadi penyeimbang moral dan politik agar rekonstruksi Gaza berjalan sesuai resolusi-resolusi PBB.
“Saya kira ini kesempatan bersejarah, ini kesempatan bersejarah. Ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza,” ujar Presiden Prabowo kepada media setelah penandatanganan.
Penandatanganan Piagam Board of Peace sekaligus menegaskan kepemimpinan Indonesia di tingkat global sebagai negara yang konsisten memperjuangkan perdamaian, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra aktif dalam diplomasi internasional dan sebagai salah satu suara penting dalam menjaga stabilitas dunia.
Dalam keterangannya, Presiden Prabowo juga menyampaikan perkembangan positif di wilayah konflik Gaza serta kesiapan Indonesia untuk terlibat aktif dalam upaya kemanusiaan.
“Yang jelas penderitaan rakyat Gaza sudah berkurang, sangat berkurang. Bantuan-bantuan kemanusiaan begitu deras, begitu besar masuk, sudah masuk. Saya sangat berharap dan Indonesia siap ikut serta,” tegasnya.
Terkait keanggotaan Board of Peace, Presiden menegaskan bahwa forum tersebut terbuka bagi negara-negara yang memiliki komitmen terhadap perdamaian dan kemanusiaan.
“Siapa yang ingin perdamaian di situ, siapa yang ingin membantu rakyat Gaza, rakyat Palestina,” kata Presiden Prabowo.












