KabarIndonesia.id — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi membuka pendaftaran mudik gratis 2026 klaster kedua mulai hari ini, Rabu (25/2/2026) dengan sejumlah tujuan favorit di Pulau Jawa hingga Sumatra.
Program mudik gratis yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut diperuntukkan bagi warga yang hendak pulang kampung ke Yogyakarta, Kuningan, Lampung, Tegal, Kebumen, Jombang, dan Pekalongan.
Pendaftaran dilakukan secara berani melalui laman resmi mudikgratis.jakarta.go.id. Informasi pembukaan klaster kedua disampaikan Dinas Perhubungan DKI Jakarta melalui akun Instagram resminya.
“Klaster 2 pendaftaran Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2026 resmi dibuka,” tulis Dishub DKI melalui akun @dishubdkijakarta, Rabu (25/2/2026).
Tahun ini, pemerintah DKI Jakarta menyiapkan sekitar 661 bus untuk melayani lebih dari 26.500 peserta mudik gratis. Sementara untuk arus balik, disediakan 295 bus dari 20 daerah tujuan dengan total kuota sekitar 11.800 penumpang.
Syarat Peserta Mudik Gratis
Calon peserta wajib melampirkan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK) saat pendaftaran. Setiap KK hanya dapat mendaftarkan empat orang secara maksimal.
Untuk menghindari berkemah pendaftaran seperti tahun-tahun sebelumnya, proses pendaftaran dan verifikasi dibagi ke dalam tiga klaster berdasarkan tujuan perjalanan.
Berikut syarat utama yang harus dipenuhi:
- Memiliki KTP DKI Jakarta (diutamakan)
- Menyertakan Kartu Keluarga (KK)
- STNK (jika membawa sepeda motor)
- Data sesuai Dukcapil
- Tiket tidak boleh dipindahkan
Setelah mendaftar, peserta diwajibkan mengikuti tahap verifikasi sebelum tiket resmi diterbitkan.
Cara Daftar Mudik Gratis 2026
Pendaftaran dilakukan secara online dengan langkah berikut:
- Akses situs resmi mudikgratis.jakarta.go.id
- Isi formulir pendaftaran sesuai data identitas
- Unggah dokumen yang diminta
- Tunggu proses
- Jika lolos, peserta akan mendapatkan konfirmasi resmi
Peserta diimbau memastikan seluruh data yang diinput benar. Kesalahan pengisian berpotensi membuat tiket tidak diterbitkan.
Program mudik gratis yang berangkat dari wilayah Jakarta ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah membantu mobilitas warga menjelang Lebaran sekaligus menekan penggunaan kendaraan pribadi agar perjalanan lebih aman dan tertib.












