Pelni beri diskon 50 persen tiket kapal dari Ambon, 7.138 penumpang sudah nikmati potongan harga

Ilustrasi - Gedung Pelni

KabarIndonesia.id — PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memberlakukan potongan harga tiket kapal hingga 50 persen dari rute Ambon ke berbagai daerah. Kebijakan ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi pemerintah melalui Kementerian Perhubungan yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kepala Pelni Cabang Ambon, Marthyn Haryanto, menjelaskan bahwa diskon tarif tiket kapal ini berlaku untuk periode keberangkatan mulai 5 Juni hingga 31 Juli 2025. Potongan harga diberikan kepada calon penumpang yang membeli tiket melalui aplikasi Pelni Mobile maupun kanal resmi lainnya.

“Berdasarkan data penjualan sejak 5 sampai dengan 10 Juni 2025, sebanyak 7.138 penumpang telah memesan tiket dan mendapatkan potongan harga hingga 50 persen,” kata Marthyn di Ambon, Senin (16/6).

Ia menambahkan, meskipun disebut diskon 50 persen, potongan tersebut hanya berlaku untuk tarif dasar kelas ekonomi. Harga yang dibayarkan belum termasuk biaya tambahan seperti asuransi dan pass penumpang.

“Jadi kalau dihitung total, potongan riilnya sekitar 47 persen,” ujarnya.

Diskon hanya berlaku untuk pembelian tiket kelas ekonomi. Apabila penumpang ingin menambah fasilitas atau naik kelas, mereka tetap harus membeli tiket ekonomi terlebih dahulu, kemudian mengajukan permohonan add on di kantor cabang Pelni.

Program diskon tarif ini tidak berlaku surut. Artinya, bagi penumpang yang telah membeli tiket sebelum 5 Juni 2025 dengan tarif normal, tidak bisa mengajukan pengembalian selisih harga. Selain itu, diskon hanya berlaku untuk keberangkatan hingga 31 Juli 2025, dan akan berhenti lebih awal jika kuota yang ditetapkan pemerintah sudah terpenuhi.

“Kebijakan ini juga dirancang untuk menyambut masa liburan sekolah, agar masyarakat bisa bepergian dengan biaya yang lebih terjangkau,” jelas Marthyn.

Diskon berlaku di seluruh trayek kapal penumpang yang dioperasikan Pelni, dan berlaku secara nasional. Pemerintah berharap langkah ini dapat meningkatkan mobilitas masyarakat antarwilayah, mendorong pertumbuhan sektor pariwisata domestik, serta memperkuat akses masyarakat terhadap transportasi laut yang aman dan terjangkau.

“Program ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk menghadirkan layanan transportasi laut yang inklusif dan berpihak kepada masyarakat, khususnya di wilayah timur Indonesia seperti Maluku,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan bahwa semua penumpang wajib menunjukkan identitas asli yang sesuai dengan nama pada tiket saat akan naik ke kapal. Hal ini untuk mencegah penyalahgunaan fasilitas subsidi dan memastikan ketertiban serta keselamatan selama pelayaran.

Dengan adanya program diskon ini, Pelni berharap masyarakat bisa memanfaatkannya secara optimal, baik untuk keperluan pribadi, perjalanan usaha, maupun kegiatan sosial lainnya. Masyarakat diharapkan dapat merencanakan perjalanan sejak awal agar tetap mendapatkan kuota tiket bersubsidi sebelum kuota habis atau masa berlaku program berakhir.