Mudik Lebaran 2026 Lebih Murah, Tiket Transportasi Didiskon Hingga 30 Persen

Mudik Lebaran 2026 Lebih Murah, Tiket Transportasi Didiskon Hingga 30 Persen
Ilustrasi mudik menggunakan transportasi kereta api (Dok : Int).

KabarIndonesia.id — Pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi senilai Rp911,16 miliar untuk menyambut arus mudik dan libur Lebaran Idul Fitri 2026.

Stimulus tersebut diwujudkan dalam bentuk diskon tarif transportasi lintas moda guna meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus menjaga daya beli selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan anggaran diskon transportasi ini bersumber dari APBN dan non-APBN, dengan fokus utama mendorong pergerakan masyarakat serta menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi nasional.

“Terbukti di periode lalu termasuk Nataru meningkatkan mobilitas masyarakat dan kegiatan pariwisata sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal IV sampai 5,39% year on year,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).

Airlangga menjelaskan, pada libur sebelumnya, kebijakan diskon transportasi dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

Diskon tiket pesawat digunakan oleh 3,14 juta penumpang, kereta api 3,58 juta penumpang, angkutan laut 797.994 penumpang, serta penyeberangan sebanyak 518.210 penumpang dan 1,1 juta kendaraan.

Secara keseluruhan, mobilitas masyarakat selama Lebaran 2025 tercatat mencapai 154,62 juta orang, sementara pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebanyak 110,43 juta orang.

Sepanjang tahun 2025, perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,11% per tahun.

“Nah untuk itu, pada tahun ini dalam rangka libur Hari Besar Nasional, pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi,” ungkap Airlangga.

Untuk periode Lebaran 2026, pemerintah telah menetapkan sejumlah skema diskon transportasi di berbagai moda.

Pada layanan kereta api, PT KAI memberikan diskon tarif sebesar 30 persen untuk perjalanan 14–29 Maret 2026 dengan target 1,2 juta penumpang.

Sementara itu, angkutan laut PT PELNI memberikan diskon tarif 30 persen pada periode 11 Maret hingga 5 April 2026, dengan target 445.000 penumpang.

Untuk layanan penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry menerapkan diskon 100 persen jasa kepelabuhanan pada 12–31 Maret 2026, yang menyasar 945.000 kendaraan dan 2,4 juta penumpang.

Sedangkan untuk transportasi udara, pemerintah memberikan diskon tiket kelas ekonomi domestik sekitar 17–18 persen pada periode 14–29 Maret 2026, dengan target 3,3 juta penumpang.

Selain stimulus transportasi, pemerintah juga menerapkan kebijakan kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja swasta guna mengatur kepadatan mobilitas selama arus mudik.

“Pemerintah menerapkan skema kerja Work From Anywhere, bukan libur ya, ini, clear Work From Anywhere atau pengaturan kerja fleksibel, itu tanggalnya 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret. Itu 5 hari,” kata Airlangga.

Kebijakan diskon transportasi dan WFA ini diharapkan dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan Lebaran dengan lebih nyaman, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional selama masa libur panjang.