Puluhan Pelajar Kembali Dikirim ke Barak Militer, Bupati Purwakarta Kukuhkan Komitmen Pendidikan Karakter

Bupati Purwakarta kembali kirim puluhan pelajar ke barak militer

KabarIndonesia.id — Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein kembali melepas 45 pelajar tingkat SMA/SMK ke barak militer Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) III/Siliwangi Bandung untuk mengikuti program pendidikan karakter bercorak semi militer.

“Sebanyak 45 siswa dari wilayah Purwakarta, Karawang, dan Subang diberangkatkan hari ini,” ujar Saepul dalam acara pelepasan yang digelar di Markas Kodim Purwakarta, Senin (9/6).

Program yang dijalankan ini merupakan bagian dari inisiatif “Gerbang Panca Waluya”, sebuah konsep pendidikan karakter yang digagas oleh mantan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Format semi militer dipilih sebagai pendekatan untuk menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta daya juang para pelajar.

Pengiriman ini menjadi gelombang kedua. Sebelumnya, pada bulan Mei lalu, puluhan pelajar juga telah lebih dahulu mengikuti program serupa di lokasi yang sama.

Menurut Bupati, animo orang tua untuk mendaftarkan anaknya ke dalam program ini semakin meningkat. Namun, seleksi tetap diberlakukan secara ketat.

“Tidak semua siswa bisa langsung dikirim. Kami melakukan asesmen bersama pihak sekolah dan keluarga. Jika anak menunjukkan ketidaksiapan, maka dilakukan konseling terlebih dahulu. Baru kemudian diputuskan kelayakan mengikuti program ini,” jelas Saepul.

Selain pelajar tingkat SMA/SMK, Bupati juga mengungkapkan bahwa pada pertengahan Juni mendatang, program serupa akan diperluas untuk jenjang SMP. Lokasi pelatihan untuk tingkat SMP akan dilaksanakan di Resimen Armed, Purwakarta.

Ia menyadari bahwa pendekatan pendidikan karakter di lingkungan militer menuai pro dan kontra. Namun, hingga saat ini, belum ada larangan dari pemerintah pusat, termasuk dari Presiden Prabowo Subianto maupun Panglima TNI.

“Selama belum ada arahan penghentian dari Presiden atau Panglima TNI, kami akan terus lanjutkan. TNI juga sudah menjadi mitra kami dalam pelaksanaan program ini,” tegasnya.

Dengan keyakinan bahwa pendidikan karakter adalah fondasi penting bagi masa depan generasi muda, Pemerintah Kabupaten Purwakarta tampak tak gentar melanjutkan langkah kontroversial ini, sekalipun mendapat sorotan dari berbagai kalangan.