Dubes RI Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban Ketegangan Timur Tengah di UEA

Dubes RI Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban Ketegangan Timur Tengah di UEA
Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Judha Nugraha (Dok : Ist).

KabarIndonesia.id — Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Uni Emirat Arab (UEA), Judha Nugraha, memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban di tengah eskalasi ketegangan kawasan Timur Tengah yang berdampak pada aspek keamanan dan operasional penerbangan di UEA.

Judha menegaskan, situasi keamanan di UEA masih kondusif dan terkendali meski tetap dalam kewaspadaan. Ia menyebut KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai terus memadukan perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan seluruh WNI berada dalam kondisi aman.

“Sejauh ini kami memastikan tidak ada WNI yang menjadi korban. KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai terus menjaga situasi perkembangan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan seluruh WNI dalam kondisi aman,” ujar Judha dalam keterangannya, dikutip Kamis (5/3/2026).

Ketegangan regional tersebut turut memicu penutupan sementara wilayah udara di sejumlah negara sejak 28 Februari 2026.

Kondisi itu berdampak pada penerbangan internasional dan membuat sejumlah penumpang tertahan di beberapa bandara di UEA.

Perwakilan RI di UEA telah melakukan pendataan terhadap WNI yang terdampak langsung gangguan penerbangan.

Hingga saat ini, sedikitnya 41 WNI tercatat tertahan perjalanan di Abu Dhabi dan Dubai, dengan potensi jumlah bertambah karena kemungkinan masih ada WNI yang belum melapor.

Untuk penanganan di lapangan, KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai membuka jalur komunikasi serta berkoordinasi intensif dengan otoritas setempat, maskapai penerbangan, hingga komunitas WNI agar warga mendapatkan informasi akurat dan bantuan yang diperlukan, termasuk opsi perjalanan lanjutan saat penerbangan dibuka secara bertahap.

Judha juga mengimbau WNI yang terdampak dan belum melapor agar segera menghubungi perwakilan RI di UEA untuk dapat difasilitasi sesuai kebutuhan.

Sebelumnya, Judha juga melaporkan kunjungan dan memastikan kondisi WNI yang sempat tertahan di bandara serta menegaskan pendampingan terus dilakukan seiring dinamika situasi penerbangan.