Konflik AS-Iran Memanas, Prabowo Siap Evaluasi Keanggotaan Indonesia di Dewan Perdamaian

Konflik AS-Iran Memanas, Prabowo Siap Evaluasi Keanggotaan Indonesia di Dewan Perdamaian
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Dok : Ist).

KabarIndonesia.id — Memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran berbuntut pada sikap tegas Indonesia. Presiden Prabowo Subianto disebut siap mengundang Indonesia ke Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP), menyusul serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran sejak akhir pekan lalu.

Hal itu terungkap usai pertemuan tertutup yang digelar Presiden di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2026). Pertemuan tersebut meliputi para presiden dan wakil presiden terdahulu, mantan menteri luar negeri, ketua umum partai politik, hingga jajaran Menteri Kabinet Merah Putih.

“Iya (Presiden menyatakan siap memulai), dengan perkembangan-perkembangan terakhir ini, memang harus dievaluasi,” kata mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda usai pertemuan selama 3,5 jam itu, Selasa malam.

Hassan menuturkan, Kepala Negara ikut membahas posisi dan masa depan BoP setelah serangan yang melibatkan anggota Dewan Perdamaian tersebut.

“Kita bahas (BoP), tapi juga dalam konteks perkembangan yang terus berubah apakah dengan perang yang berkecamuk di Iran ini akan meningkat, kemungkinan munculnya posisi dan mandat BoP? Kita akan berhitung lagi dari sisi itu,” ucap dia.

Sebagaimana diketahui, BoP dibentuk dengan mandat membangun dan menciptakan perdamaian di kawasan konflik. Misinya mencakup upaya mendorong gencatan senjata (gencatan senjata), membuka akses bantuan kemanusiaan, hingga pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascakonflik.

Namun, keterlibatan Amerika Serikat dan Israel—yang juga merupakan anggota BoP—dalam serangan terhadap Iran dinilai berpotensi mempengaruhi kredibilitas dan efektivitas lembaga tersebut.

Hassan tidak menampik bahwa Indonesia perlu melakukan kalkulasi ulang atas komitmennya, termasuk terkait rencana pengiriman 8.000 tentara yang tergabung dalam ISF ke Palestina.

“Bisa potensi berhasilnya berkurang. Kita akan menilai, apakah dengan begitu kita akan terus patuh membayar. Yang kedua apakah penggelaran pasukan yang kita justru paling besar kita akan berhitung lagi,” ucap Hassan.

Ia menambahkan, serangan Israel terhadap Iran memberikan kesan menurunnya tingkat keberhasilan BoP dalam menjalankan mandat perdamaian.

Menurut Hassan, Presiden Prabowo juga membicarakan perkembangan tersebut saat berkomunikasi melalui sambungan telepon dengan sejumlah pemimpin dunia, termasuk negara-negara di kawasan Teluk Persia.

Evaluasi keanggotaan Indonesia di Dewan Perdamaian menjadi salah satu opsi yang kini tengah dikaji pemerintah, seiring dinamika geopolitik global yang terus bergerak cepat.