KabarIndonesia.id — Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri menegaskan sikap politik partainya sebagai kekuatan penyeimbang kekuasaan yang kritis namun beradab. Ia menekankan bahwa kritik terhadap pemerintah harus dibangun atas data, fakta, dan pengalaman nyata rakyat, bukan didorong oleh kemarahan atau serangan pribadi.
“Kritik kita harus berdasarkan data, pengalaman nyata rakyat, dan nilai ideologis, bukan provokasi emosional.Dengan cara itulah partai menjaga martabat politiknya,” kata Megawati saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan Tahun 2026 di Jakarta, dikutip Selasa (13/1/2026).
Megawati menyampaikan, garis perjuangan PDI Perjuangan sejak awal adalah perjuangan gagasan dan kekuatan moral yang berpihak pada Rakyat Marhaen.
Dalam posisinya sebagai partai penyeimbang, PDI Perjuangan mempunyai tanggung jawab untuk memastikan setiap kebijakan negara tetap berpijak pada keadilan sosial dan kepentingan rakyat kecil.
“Menghadapi kekuasaan, partai perjuangan tidak dimulai dengan kemarahan, bukan dengan serangan pribadi, dan bukan dengan konfrontasi kosong. Cara-cara demikian justru menjauhkan kita dari watak kenegarawanan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam sistem demokrasi, pemerintahan bukanlah musuh pribadi. Pemerintah, menurutnya, merupakan subjek kritik kebijakan yang sah demi menjaga kualitas demokrasi dan arah pembangunan nasional.
Lebih jauh lagi, Megawati mendorong perubahan ke arah diskursus politik nasional. Ia menilai pembahasan politik tidak boleh semata-mata fokus pada stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, melainkan juga harus menyentuh isu keadilan sosial, kesejahteraan pangan dan energi, keadilan ekologis, serta penguatan demokrasi.
Menurut Megawati, PDIP harus hadir sebagai ruang bagi rakyat untuk mencari keadilan, terutama ketika negara terlihat kuat secara kelembagaan, namun belum sepenuhnya mampu menghadirkan rasa keadilan substantif.
Oleh karena itu, perjuangan partai harus dijalankan secara menyeluruh, mulai dari peran parlemen hingga penguatan politik akar rumput yang bersifat emansipatoris.
“Kekuatan politik PDI Perjuangan tidak boleh bergantung pada kedekatan dengan kekuasaan, melainkan pada kepercayaan, partisipasi, dan kesadaran politik rakyat,” tutup Megawati.












