KabarIndonesia.id — Pemerintah bersiap melakukan gebrakan besar dalam skema subsidi. Mulai pertengahan tahun 2026, subsidi pasti akan mengalir demi memastikan bantuan negara tepat sasaran.
Rencana ini muncul setelah pembahasan mekanisme subsidi dan penyelesaian dalam APBN 2025 antara pemerintah, Danantara, dan Komisi XI DPR. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa desain baru subsidi akan difokuskan pada ketepatan sasaran.
“Kita redesign subsidi-nya supaya lebih tepat sasaran. Karena sekarang setelah kita lihat ternyata yang kaya masih dapat, itu aja. Saya dikasih waktu 6 bulan ke depan untuk mendesain itu,” kata Purbaya di DPR, Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Ia menjelaskan, kelompok kaya yang masih menikmati subsidi saat ini umumnya berada pada desil 8, 9, dan 10 dalam data sosial-ekonomi pemerintah. Oleh karena itu, mereka menjadi target utama pengurangan.
“Yang kaya sekali mungkin desil 8, 9, 10 subsidi akan dikurangin secara signifikan. Kalau perlu uangnya kita balikin ke yang desil 1, 2, 3, 4 yang lebih miskin gitu. Kira-kira utamanya itu dan itu perlu desain macam-macam karena keterlibatan BUMN-BUMN Danantara,” ujar Purbaya.
Menurutnya, perbaikan skema subsidi, khususnya energi, akan dilakukan secara bertahap dalam dua tahun ke depan. Meskipun demikian, ia memastikan pelaksanaannya tetap berjalan sesuai sasaran sejak awal penerapan.
“Nanti ke depan akan kita lihat bagaimana perbaikannya. Kita kesimpulkan sih tadi dalam 2 tahun ke depan kita akan mendesain ulang strategi subsidi sehingga benar-benar tetap tepat sasaran,” papar Purbaya.












