Menhub Ungkap Data Terbaru Korban Kecelakaan Bekasi Timur

Menhub Ungkap Data Terbaru Korban Kecelakaan Bekasi Timur
Kecelakaan kereta di Bekasi Timur (Dok : Int).

KabarIndonesia.id — Pemerintah mengungkap data terbaru korban kecelakaan mobil di Bekasi Timur yang menewaskan 15 orang dan melukai puluhan lainnya. Penanganan korban kini menjadi fokus utama, sementara operasional pemulihan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan aspek keselamatan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan, hingga saat ini total korban tercatat sebanyak 106 penumpang, terdiri dari 15 meninggal dunia dan 91 orang mengalami luka-luka.

“Kami memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan yang optimal. Untuk operasional KRL, pembukaan kembali akan dilakukan setelah seluruh aspek keselamatan dinyatakan terpenuhi, termasuk hasil izin dari KNKT,” ujar Dudy dalam keterangannya, dikutip Kamis (30/4/2026).

Dari total korban, sebanyak 38 penumpang telah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI), Bobby Rasyidin, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan dan keluarga korban.

“Total korban saat ini 106 orang, dengan 15 meninggal dunia.Sebanyak 53 penumpang masih dirawat di rumah sakit dan 38 lainnya telah diangkat,” jelas Bobby.

Ia menambahkan, proses memastikan berlangsung cukup lama, mencapai sekitar 10 jam, dengan pendekatan kehati-hatian agar seluruh korban dapat ditangani dengan baik.

Dalam upaya pemulihan, jalur hilir Bekasi–Tambun telah dibuka sejak Selasa dini hari pukul 01.30 WIB. Sementara jalur hulu dinyatakan aman dengan kecepatan maksimal 30 km/jam sesuai rekomendasi keselamatan.

KAI bersama pemerintah dan pihak terkait juga terus melakukan evaluasi menyeluruh serta mendukung proses investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Selama masa pemulihan, KAI menyiagakan dua posko utama selama 14 hari, yakni di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban dan di Stasiun Gambir untuk melayani penumpang kereta jarak jauh yang terdampak.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, memastikan seluruh pelanggan tetap mendapatkan layanan, termasuk pengembalian bea tiket hingga 100 persen bagi perjalanan yang dibatalkan.

“KAI berkomitmen memberikan pelayanan kepada seluruh pelanggan, termasuk proses refund tiket. Informasi akan terus kami perbarui secara berkala,” ujarnya.

Imbas kejadian tersebut, sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh pada 29 April 2026 terpaksa dibatalkan, di antaranya KA Ambarawa Ekspres, Banyubiru, Brantas, Jayakarta, Majapahit, Bogowonto, Parahyangan, hingga Argo Anjasmoro.

Selain itu, Stasiun Bekasi Timur untuk sementara tidak melayani aktivitas naik dan turun penumpang. Masyarakat diimbau menggunakan layanan melalui Stasiun Bekasi hingga kondisi operasional kembali normal.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini fokus utama kami adalah penanganan di lokasi serta memastikan keselamatan dan layanan tetap terpenuhi,” kata Anne.

Pemerintah menegaskan, layanan pemulihan akan dilakukan secara bertahap dengan prioritas utama pada keselamatan penumpang, sambil terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait.