News  

Cegah Risiko Osteoporosis dengan Gaya Hidup Sehat

KabarIndonesia.ID

KabarIndonesia.id — Osteoporosis adalahb kondisi berkurangnya kepadatan tulang yang menyebabkan tulang menjadi rapuh sehingga beresiko lebih tinggi mengalami fraktur pecah atau retak).

Osteoporosis telah menyebabkan 8,9 juta kasus patah tulang setiap tahunnya.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, di Indonesia sekitar 2 dari 5 penduduk beresiko mengalami osteoporosis. 

Faktor risiko tertinggi terjadi pada peerempuan yang telah memasuki masa menopause.

Meski sering dialami oleh lanjut usia (Lansia), osteoporosis bisa terjadi disegala usia termasuk dewasa maupun anak-anak.

Osteoporosis bisa terjadi akibat gaya hidup yang tidak sehat. Berikut beberpa gaya hidup tidak sehat berisiko osteoporosis:

1. Konsumsi alkohol
Mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko osteoporosis dan fraktur panggul pada pria dan wanita.

2. Kopi dan Soda
Kafein dan soda berpotensi mengurangi penyerapan kalsium ke dalam tubuh.

3. Merokok
Kandungan nikotin pada rokok dapat menyebabkan reabsorbsi kalsium dalam ginjal. Selain itu, merokok dapat menyebabkan hormon esterogen (hormon reproduksi yang menjaga kesehatan tulang) dalam tubuh berkurang. Selanjutnya, efek racun dari rokok memperlambat pembentukan sel tulang yang baru (osteoblast) dengan menghambat kerja hormon calcitonin sehingga sel tulang yang sehat menjadi lebih sedikit.

Berikut langkah menyehatkan tulang agar terhindar dari patah tulang

1. Olahraga teratur
Lakukan latihan fisik 30-40 menit per hari sebanyak 3-4 kali dalam seminggu. Utamakan latihan beban dan resistensi (daya tahan) untuk tulang dan otot yang kuat.

2. Diet sehat dan kaya nutrisi
Pastikan konsumsi makanan yang kaya kalsium, protein, vitamin, dan mineral (Vitamin D, Vitamin K, zinc, dan magnesium).

3. Hindari rokok dan alkohol
Merokok dan mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko patah tulang akibat osteoporosis

4. Waspada faktor risiko individu
Segera lkukan deteksi dini di fasilitas dan layanan kesehatan terdekat jika tinggi badan berkurang, riwayat keturunan, penggunaan obat-obatan, penyakit penyerta, dan monopause dini.

5. Jaga berat badan
Jaga berat badan serta pertahankan indeks massa tubuh (IMT) tetap normal (18,5-25).