KabarIndonesia.id — Pemerintah memastikan kesiapan infrastruktur energi untuk menghadapi gangguan mobilitas masyarakat selama Ramadhan dan Idulfitri 2026. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penyediaan 1.681 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai jalur strategi guna mendukung perjalanan pemudik yang menggunakan kendaraan listrik.
Persiapan tersebut dipantau melalui Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang membantu memastikan ketersediaan listrik dan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman selama periode hari raya.
Ketua Satuan Tugas Posko Nasional Sektor ESDM, Erika Retnowati , mengatakan pemerintah terus menyatukan dan menjaga kecukupan pasokan energi agar masyarakat dapat menjalani mudik dengan aman dan lancar.
“Pemerintah terus-menerus memastikan pasokan energi agar memadai dan andal pada saat Idul Fitri 2026,” ujar Erika dalam keterangannya, dikutip Jumat (13/3/2026).
Cadangan Listrik Nasional Dipastikan Aman
Menurut Erika, sistem kelistrikan nasional berada dalam kondisi aman dengan cadangan daya yang cukup besar untuk mengantisipasi kebutuhan listrik selama Ramadhan hingga Idulfitri.
Diperkirakan, beban puncak listrik saat Idulfitri mencapai sekitar 31.000 megawatt (MW), sementara daya mampu pasok mencapai sekitar 51.000 MW.
Dengan demikian, terdapat cadangan sekitar 16.000 MW atau sekitar 48 persen dari total pasokan listrik nasional.
Sementara itu, sistem kelistrikan Jawa–Madura–Bali (Jamali) yang menjadi tulang punggung jaringan listrik nasional juga berada dalam kondisi stabil.
Berdasarkan data aliran daya, beban puncak siang tercatat sekitar 34.377 MW dan beban puncak malam sekitar 34.308 MW.
1.681 SPKLU Siap Layani Pemudik Kendaraan Listrik
Untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik selama arus mudik, PT PLN (Persero) menyiapkan 1.681 unit SPKLU yang tersebar di 994 lokasi di sepanjang jalur Trans Sumatera, Jawa, hingga Bali.
Selain itu, lebih dari 5.000 petugas disiagakan selama 24 jam untuk memastikan operasional SPKLU berjalan lancar.
PLN juga menyiapkan 15 unit SPKLU mobile di jalur Trans Sumatera – Jawa – Bali sebagai langkah antisipasi jika terjadi pergerakan kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik di titik-titik tertentu.
Puluhan Ribu Personil PLN Disiagakan
Untuk menjaga sistem kelistrikan selama periode Lebaran, PLN menyiagakan sekitar 72.053 personel yang tersebar di berbagai wilayah operasional.
Selain itu, sejumlah peralatan pendukung juga disiapkan, antara lain posko siaga, genset, uninterruptible power supply (UPS), unit gardu bergerak (UGB), hingga mobil crane.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan sistem kelistrikan tetap stabil selama masa libur panjang.
Stok BBM Dipastikan Aman
Selain listrik, pemerintah juga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak tetap aman selama periode mudik. Cadangan BBM saat ini berada pada level yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Cadangan bensin mencapai 25 hari. Untuk produk tertentu seperti Pertadex bahkan mencapai 45 hari, dan untuk avtur mencapai 37 hari,” kata Erika.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan energi selama Ramadhan dan Idulfitri.
Pemerintah bersama berbagai pihak akan terus memantau situasi lapangan agar distribusi energi, baik listrik maupun BBM, tetap berjalan lancar dan mendukung mobilitas masyarakat selama mudik Lebaran 2026.














