KabarIndoneisia.id — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyatakan bahwa Kementerian Dalam Negeri siap menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi kepala desa dan pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdeskel) di Provinsi Lampung. Upaya ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi dan pengetahuan dalam mengelola fungsi Kopdeskel di tingkat desa dan kelurahan.
Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/5), Bima menjelaskan bahwa Kemendagri memiliki Balai Pemerintahan Desa di Lampung yang dapat dimanfaatkan sebagai pusat pelatihan dan bimtek bagi para kepala desa dan pengurus Kopdeskel Merah Putih.
“Kemendagri ini punya Balai Pemerintahan Desa di Lampung, ada, nanti di situ kita bisa adakan bimtek, pelatihan, bimbingan bagi kepala desa dan juga bagi pengurus Kopdeskel, insyaallah,” ujar Bima saat acara Peluncuran dan Dialog Percepatan Musyawarah Desa/Kelurahan Khusus (Musdesus) Pembentukan Kopdeskel Merah Putih di Provinsi Lampung pada Rabu (28/5).
Bima menambahkan bahwa melalui pelatihan tersebut, pengurus Kopdeskel Merah Putih diharapkan menjadi lebih bertanggung jawab, amanah, serta mampu melahirkan ide-ide kreatif dan inovatif untuk kemajuan koperasi dan desa masing-masing. Dengan demikian, Kopdeskel Merah Putih diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat lokal, sejalan dengan semangat Astacita yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto.
Di kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberikan apresiasi tinggi kepada Provinsi Lampung atas pencapaian luar biasa dalam menyelesaikan Musyawarah Desa/Kelurahan Khusus hingga mencapai 100 persen. Lampung bahkan menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang berhasil menyelesaikan agenda besar tersebut secara penuh.
“Terima kasih Ibu Wagub, terutama tentu gubernurnya, saya kira di seluruh Indonesia yang Musdesusnya sudah seratus persen, baru Provinsi Lampung,” kata Zulkifli.
Zulkifli menjelaskan, dalam menjalankan Kopdeskel Merah Putih, pengurus terlebih dahulu menyusun rencana unit usaha yang akan dijalankan. Setelah perencanaan tersebut matang, pengurus dapat mengajukan permohonan modal usaha guna merealisasikan rencana tersebut.
Ia menegaskan bahwa Kopdeskel merupakan sarana bisnis yang berfungsi menggerakkan perekonomian desa. Karena itu, ia mengingatkan para kepala desa dan pengurus agar memilih jenis usaha yang menguntungkan sekaligus tidak terlalu rumit untuk dijalankan.
“Apa kira-kira [usaha] koperasi itu biar hidup dan menguntungkan yang tidak begitu sulit, karena koperasi yang baru berdiri ini ibarat bayi harus diberi makanan, dirawat sampai dia kuat,” ujarnya.
Dialog tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa La Ode Ahmad, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela Chalim, para kepala daerah se-Provinsi Lampung, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lampung dan pejabat terkait lainnya.
Sebelumnya, Zulkifli Hasan dan Bima Arya juga melakukan kunjungan langsung ke lokasi Koperasi Desa Merah Putih di Desa Bumisari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Di sana, mereka berdialog dengan masyarakat dan meninjau sejumlah unit usaha yang tengah berjalan, seperti pangkalan gas elpiji 3 kilogram dan penjualan pupuk subsidi.
Keduanya juga menyaksikan penandatanganan serentak dokumen kerja sama antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan Koperasi Desa Merah Putih Desa Bumisari, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara koperasi desa dan BUMN untuk mendukung pembangunan ekonomi lokal.












