News  

Hasil Diplomasi Sejak 2024, Bahasa Indonesia Resmi Masuk Vatican News

Hasil Diplomasi Sejak 2024, Bahasa Indonesia Resmi Masuk Vatican News
Bahasa Indonesia resmi menjadi salah satu bahasa yang digunakan dalam portal berita resmi Takhta Suci, Vatican News (Dok : Ist).

KabarIndonesia.id — Bahasa Indonesia resmi menjadi salah satu bahasa yang digunakan dalam portal berita resmi Takhta Suci, Vatican News. Pencapaian ini menjadi tonggak bersejarah hasil diplomasi panjang Indonesia sejak tahun 2024, sekaligus memperkuat posisi bahasa nasional di kancah global.

Duta Besar RI untuk Takhta Suci Vatikan, Michael Trias Kuncahyono , menyebut momen ini sebagai peristiwa penting, khususnya bagi umat Katolik di Indonesia.

“Momentum ini merupakan peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi umat Katolik di Indonesia,” ujarnya dalam acara pelantikan kerja sama penggunaan Bahasa Indonesia di Vatikan, Rabu (25/3/2026).

Kerja sama ini menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ke-57 yang digunakan di Vatican News. Penandatanganan dilakukan antara Ketua Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, dan Prefek Dikasteri Komunikasi Takhta Suci, Paolo Ruffini.

Ketua Komisi Komunikasi Sosial KWI yang juga Uskup Surabaya itu berharap kerja sama ini menjadi saluran yang membawa kabar kegembiraan bagi umat dan masyarakat Indonesia secara luas.

Sementara itu, Vatican News sebagai platform resmi Takhta Suci berfungsi menyajikan informasi terkait aktivitas Paus, dinamika gereja, hingga isu-isu global.

Portal ini terintegrasi dengan berbagai saluran komunikasi seperti Radio Vatikan, L’Osservatore Romano, dan Vatican Media dalam format multimedia dan multibahasa.

Paolo Ruffini menyampaikan, kehadiran Bahasa Indonesia di platform tersebut diharapkan mampu menghadirkan informasi Vatikan dalam konteks yang lebih dekat dan mudah dipahami masyarakat Indonesia.

Ia juga menimbulkan antusiasme masyarakat Indonesia saat kunjungan Paus Fransiskus pada tahun 2024 sebagai salah satu pemicu terwujudnya kerja sama ini.

“Ini adalah langkah-langkah untuk membangun platform yang menghubungkan komunitas Katolik dunia, memungkinkan mereka berbagi pengalaman hidup Gereja secara real-time,” kata Ruffini.

Lebih jauh lagi, kerja sama ini dinilai sebagai bentuk konkret hubungan diplomatik antara Indonesia dan Takhta Suci yang telah terjalin selama 75 tahun.

Secara historis, Takhta Suci tercatat sebagai salah satu negara Eropa pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1947.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini diharapkan menjadi pintu awal bagi kolaborasi yang lebih luas ke depan, sekaligus memperkuat komunikasi pastoral, inklusivitas, serta konektivitas umat Katolik Indonesia dengan komunitas global.