News  

Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali, Warga Diminta Jauhi Besuk Kobokan

Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali, Warga Diminta Jauhi Besuk Kobokan
Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Provinsi Jawa Timur mengalami erupsi (Dok : Int).

KabarIndonesia.id — Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat mengalami tiga kali letusan pada Jumat (30/1/2026) pagi. Tinggi kolom letusan terus meningkat, dengan letusan tertinggi mencapai sekitar 1 kilometer di puncak puncak.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulis, menyebutkan erupsi pertama terjadi pada pukul 04.44 WIB.

Saat itu, tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kolom abu berwarna putih hingga kelabu tampak membumbung dengan intensitas tebal mengarah ke timur laut dan timur.

Aktivitas letusan tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter (mm) dan durasi 154 detik.

Letusan kedua terjadi pada pukul 05.16 WIB dengan kolom letusan yang lebih tinggi, yakni sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 mdpl.

Abu vulkanik kembali teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Pada letusan ini, seismograf mencatat amplitudo maksimum 23 mm dengan durasi 122 detik.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali meletus untuk ketiga kalinya pada pukul 05.52 WIB. Tinggi kolom letusan meningkat hingga sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 mdpl.

Kolom abu terpantau tebal berwarna putih hingga kelabu mengarah ke timur, dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 108 detik.

Sigit menjelaskan, saat ini Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga). Seiring dengan status tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat.

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat letusan.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak diperkenankan beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Selain itu, aktivitas masyarakat dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru juga dilarang karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

PVMBG juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi awan panas, guguran lahar, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Daerah yang perlu mendapat perhatian khusus antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.