News  

Dunia Bereaksi atas Klaim Trump soal Penangkapan Presiden Venezuela

Dunia Bereaksi atas Klaim Trump soal Penangkapan Presiden Venezuela
Potret serangan berskala besar AS ke Venezuela (Dok : int).

KabarIndonesia.id — Klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro memicu gelombang aksi keras dari berbagai negara. Pernyataan Trump yang menyebut militer AS telah menangkap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, di tengah serangan besar-besaran ke Venezuela, langsung menjadi sorotan internasional.

Trump menyampaikan klaim tersebut pada Sabtu (3/1/2026), bersamaan dengan laporan serangan militer AS yang mengguncang Caracas dan sejumlah wilayah lain di Venezuela. Ia bahkan menyebut Maduro telah dikeluarkan dari negaranya, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Pemerintah Venezuela.

Langkah Amerika Serikat itu menuai tanggapan beragam dari para pemimpin dunia. Berikut reaksi sejumlah negara yang dikutip dari Aljazeera.

Kolombia

Presiden Kolombia Gustavo Petro menanggapi situasi ini dengan peringatan keras kepada komunitas internasional.

“Memperingatkan seluruh dunia bahwa mereka telah menyerang Venezuela,” tulis Presiden Kolombia Gustavo Petro dalam serangkaian pernyataan yang diunggah di platform media sosial X.

Ia menegaskan bahwa Kolombia mengedepankan prinsip perdamaian dan hukum internasional.

“Republik Kolombia menegaskan kembali keyakinannya bahwa perdamaian, penghormatan terhadap hukum internasional, dan perlindungan kehidupan serta martabat manusia harus diutamakan daripada segala bentuk konfrontasi bersenjata,” kata Petro.

Dalam pernyataan terpisah, Petro menyatakan Kolombia menolak agresi terhadap kedaulatan Venezuela dan kawasan Amerika Latin. Ia juga mengumumkan pengerahan pasukan militer Kolombia ke perbatasan Venezuela.

Kuba

Kecaman keras juga datang dari Kuba. Presiden Miguel Diaz-Canel menuding Washington melakukan apa yang ia sebut sebagai “serangan kriminal” terhadap Venezuela.

Dalam unggahan di media sosial X, Diaz-Canel mengatakan bahwa apa yang disebut sebagai “zona perdamaian” Kuba tengah “diserang secara brutal”.

Ia menggambarkan tindakan Amerika Serikat sebagai “terorisme negara” yang tidak hanya menyasar rakyat Venezuela, tetapi juga “Amerika kita” secara lebih luas.

Ia menutup pernyataannya dengan slogan revolusioner Kuba: “Tanah Air atau Kematian, Kita Akan Menang.”

Sementara itu, dalam pernyataan resmi yang diunggah oleh berbagai kedutaan Kuba di seluruh dunia, Havana menyatakan bahwa mereka “mengecam serangan militer AS terhadap Venezuela”.

Pernyataan tersebut juga “menuntut tindakan mendesak dari komunitas internasional” dan kembali menyebut tindakan tersebut sebagai “terorisme negara”.

Rusia

Pemerintah Rusia mengungkapkan situasi mendalam di Venezuela. Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk apa yang mereka sebut sebagai “tindakan agresi bersenjata” Amerika Serikat terhadap Venezuela.

“Dalam situasi saat ini, penting… untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan fokus pada pencarian jalan keluar dari situasi ini melalui dialog,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan.

Rusia juga menegaskan bahwa Venezuela harus dijamin haknya untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tangan militer dari luar.

“Kami menegaskan kembali solidaritas kami dengan rakyat Venezuela dan dukungan kami terhadap kebijakan kepemimpinannya dalam membela kepentingan dan kedaulatan nasional negara,” tambah pernyataan tersebut.

Amerika Serikat

Dari dalam negeri AS sendiri, tanggapan turut disampaikan oleh Senator Republik Mike Lee. Ia menyebut telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio terkait perkembangan di Venezuela.

“Saya kira tidak akan ada tindakan lebih lanjut di Venezuela sekarang setelah Maduro berada di tahanan AS,” tulis Lee di X.

Lee juga menyampaikan bahwa pemerintah Trump telah mengumumkan kepadanya bahwa Nicolas Maduro akan menghadapi tuntutan pidana di Amerika Serikat.

Uni Eropa

Uni Eropa menyatakan terus mempertahankan situasi yang berkembang di Venezuela. Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Keamanan, Kaja Kallas, mengaku telah melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak.

“Uni Eropa bersatu dengan situasi di Venezuela dengan cermat,” kata Kallas dalam sebuah pernyataan di X.

Ia menyebutkan telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio serta duta besar Uni Eropa di Caracas untuk membahas perkembangan terbaru.