KabarIndonesia.id — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat perizinan dan memperkuat koordinasi lintas sektor guna meningkatkan mengangkat minyak dan gas bumi (migas) pada tahun 2026.
Penegasan itu disampaikan dalam dialog dua arah bersama para pimpinan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) hulu migas dalam CEO Forum Awal Tahun 2026.
Dalam forum tersebut, Bahlil mengapresiasi kinerja KKKS yang dinilai berhasil mengoptimalkan produksi migas hingga mencapai target pengangkatan minyak bumi sebesar 605 ribu barel per hari pada tahun 2025.
“Bapak Ibu Pimpinan daripada KKKS dan seluruh pasukannya, kalian adalah pahlawan pengangkatan untuk tahun 2025. Saya atas nama Pemerintah, menyampaikan terima kasih kepada semua KKKS, atas kontribusinya, atas kerja kerasnya, dalam mencapai target pengangkatan kita di tahun 2025 sebesar 605,300 ribu barel per hari,” ujar Bahlil dalam keterangannya, dikutip Minggu (1/2/2026).
Bahlil pentingnya komunikasi dan diskusi dua arah antara pemerintah sebagai regulator dan KKKS sebagai pelaksana di lapangan. Menurutnya, harmonisasi peran menjadi kunci agar target pengangkatan migas dapat tercapai secara berkelanjutan.
“KKKS berperan di depan, dan Pemerintah mempunyai kepentingan besar terhadap bagaimana meningkatkan pengangkatan. KKKS adalah eksekutor di lapangan, kami regulator. Nah, bagaimana ini kita tune-kan menjadi satu Sehingga iramanya bisa berjalan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan Kementerian ESDM bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) akan terus mendampingi KKKS dalam mengoptimalkan kinerja.
Pemerintah memastikan regulasi berjalan dengan baik, memangkas regulasi, serta mempercepat proses perizinan, khususnya yang melibatkan kementerian dan lembaga lain.
Sementara itu, Presiden Indonesia Petroleum Association (IPA) Kathy Wu berharap pemerintah dapat menjaga konsistensi dan komitmen dalam penerapan regulasi migas agar proyek-proyek yang berjalan dapat dilaksanakan secara optimal. Ia juga menyatakan dukungan terhadap target Astacita pemerintah di sektor energi.
“Ketika proyek memasuki tahap operasi, sangat penting agar peraturan dan regulasi Pemerintah tetap sama, karena itu akan melindungi operasional proyek, sehingga dapat memiliki ruang dan fokus pada pelaksanaannya. Kami akan terus mendukung Pemerintah untuk mewujudkan Astacita pada sektor energi,” tutur Kathy.
Presiden ExxonMobil Indonesia Wade Floyd juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah yang memungkinkan perusahaannya mencapai produksi 15 ribu barel per hari. Ke depannya, ia berharap dukungan percepatan perizinan dapat terus diberikan.
“Kami berharap dapat berkolaborasi untuk memastikan ExxonMobil dapat memperoleh perizinan secepatnya, agar peningkatan produksi juga lebih cepat,” ujar Wade.
Menutup dialog, Bahlil kembali tekanan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah dan KKKS agar target pengangkatan migas dapat terus ditingkatkan, khususnya pada tahun 2026.
“Terima kasih atas masukan Bapak Ibu semua, dan saya mohon bantuan untuk kita berkolaborasi terus dalam rangka meningkatkan pengangkatan dan tugas-tugas kita ke depan di tahun 2026,” tutup Bahlil.












