News  

Apindo Apresiasi Pembentukan Satgas Premanisme demi Lindungi Iklim Usaha

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W. Kamdani

KabarIndonesia.id — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyambut positif pembentukan Satuan Tugas Terpadu Operasi Penanganan Premanisme dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) oleh pemerintah, sebagai langkah strategis dalam menciptakan iklim usaha yang aman dan kondusif.

“Ini juga sudah kami sampaikan kepada pemerintah, dan kami apresiasi pemerintah sudah menangani dengan Satgas Premanisme di level pemerintah daerah,” ujar Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani dalam media briefing di Jakarta, Selasa (14/5/2025).

Shinta menekankan bahwa jaminan keamanan sangat krusial bagi investor dan pelaku usaha, terutama mengingat gangguan terhadap kegiatan produksi dan distribusi masih kerap terjadi akibat ulah oknum tertentu di lapangan.

“Memang kita harus lihat langsung situasinya di lapangan. Walaupun Satgas sudah terbentuk, laporan gangguan dari pelaku usaha masih terus kami terima. Jadi ini harus terus dikawal agar benar-benar efektif,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Budi Gunawan menegaskan bahwa Satgas Terpadu ini dibentuk untuk memastikan stabilitas keamanan dan kepastian hukum dalam menjalankan investasi dan kegiatan usaha.

Budi menambahkan bahwa Satgas tidak akan ragu bertindak terhadap ormas atau kelompok yang dinilai meresahkan masyarakat serta menghambat pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi nasional.

“Negara tidak akan tinggal diam terhadap tindakan yang mengancam ketertiban umum dan kestabilan sosial,” tegasnya.

Lebih jauh, Budi menegaskan bahwa pembentukan Satgas merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto, yang berkomitmen menciptakan ruang publik yang bebas dari intimidasi, pemaksaan, atau kekerasan oleh kelompok tertentu.

Dengan hadirnya Satgas ini, Apindo berharap perlindungan terhadap pelaku usaha semakin optimal, sehingga dunia usaha dan investasi di Indonesia bisa tumbuh lebih sehat dan berkelanjutan.