KabarIndonesia.id — Komisi II DPR RI baru saja menjalani rangkaian kunjungan kerja ke Baghdad, Iraq. Ir Hugua, Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Tenggara, salah satu yang ikut dalam kunjungan kerja tersebut. Khusus kepada Kabar Group Indonesia (KGI), mantan Bupati Wakatobi dua periode itu menyampaikan hasil kunjungan kerjanya dalam gaya bertutur.
Kami ke Baghdad dalam rangka menghadiri pertemuan Asian Parliementary Assembly (APA) yang berlangsung selama empat hari. Pertemuan APA dimulai pada Kamis, 9 November dan berakhir pada Ahad (hari ini, red) 12 November. APA di Baghdad ini dibuka oleh Ketua DPR Iraq, H.E. Muhammad Al Halbosi, dan dihadiri semua delegasi negara anggota.
Pertemuan APA Baghdad kali ini mengusung tema aktual. Yakni, sikap politik APA terhadap penjajahan Palestina oleh zionis Israel. Menariknya, semua delegasi yang hadir, itu mengutuk dan mengecam habis kekejaman zionis Israeldi jalur Gaza. APA menilai kekejaman Israel tersebut merupakan pembantaian massal atau genosida yang tidak berperikemanusiaan.
Delegasi APA dari Indonesia sendiri, mengusulkan tiga hal penting untuk mengakhiri krisis kemanusiaan di jalur Gaza, Palestina. Tiga usulan penting delegasi Indonesia tersebut selanjutnya masuk dalam Resolusi Baghdad.
Yaitu, pertama, APA menekan komunitas internasional dan organisasi global untuk menghentikan serangan zionis Israel ke Palestina yang tidak berperikemanusiaan. Kedua, menghentikan dan mengutuk serangan ke jalur-jalur (zona netral) seperti lokasi pengungsian, rumah sakit,termasuk rumah sakit Indonesia di jalur Gaza. Serta ketiga, Indonesia dan didukung sepenuhnya oleh peserta APA, menegaskan dan mengakui kedaulatan negara Palestina.
Selain Hugua, delegasi APA dari Indonesia terdiri atas Fadli Zon, Gilang Dhiela Fararez, Sukamta, dan Fathan. (*)














