News  

Zulhas Akui Program MBG Belum Merata, 80 Persen Pesantren Belum Terjangkau

Program Zulhas Akui MBG Belum Merata, 80 Persen Pesantren Belum Terjangkau
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Dok : Int).

KabarIndonesia.id — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengakui penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum sepenuhnya merata, khususnya di lingkungan pondok pesantren. Hingga akhir Januari 2026, sebagian besar pesantren di Indonesia masih belum menjangkau program unggulan pemerintah tersebut.

Zulhas menjelaskan, kondisi ini berbeda dengan sekolah umum di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), yang cakupan penerima MBG-nya dinilai hampir menyeluruh.

“Tadi kalau dari sekolah dari Dikdasmen itu sudah hampir rata dapat semua. Jadi kalau 100% siswanya, yang dapat penerimaan MBG itu sudah 95% rata hampir 100%,” kata Zulhas saat konferensi pers, Kamis (29/1/2026).

Namun permasalahan mulai muncul di sektor pendidikan berbasis keagamaan. Zulhas mengungkapkan adanya keluhan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait masih minimnya pesantren yang menerima MBG.

“Nah tapi ada keluhan dari Pak Menteri Agama, ‘Kok yang di Pondok ini kecil?’ Kan di Pondok itu ada Madrasah Tsanawiyah, ada Madrasah Aliyah, ada Pondok Pesantren yang tidak ada Madrasahnya lagi,” jelasnya.

Menurut Zulhas, rendahnya cakupan MBG di pesantren terutama dipicu oleh persoalan perbedaan dan ketidaksinkronan data antar kementerian dan lembaga.

“Karena persoalan data, ini yang akan kita cocokkan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan adanya perbedaan signifikan antara data yang dimiliki masing-masing institusi. Berdasarkan paparan yang diterimanya, angka penerima MBG di pesantren masih beragam.

“Tadi kalau Menteri Agama datanya (perbedaan) tinggi. Tapi kalau dari Pak Dadan (Kepala Badan Gizi Nasional/BGN) hampir sudah 70% (penerima MBG di Ponpes). Tapi kalau dari Kementerian Agama datanya kira-kira baru 20%,” ungkap Zulhas.

Data Kementerian Agama per 28 Januari 2026 menunjukkan, dari total 42.369 pondok pesantren di Indonesia, baru 3.264 pesantren atau 7,7% yang tercatat menerima MBG. Sementara itu, 39.105 pesantren atau 92,3% lainnya belum menyentuh program tersebut.

Jumlah santri secara nasional tercatat mencapai 11.574.978 orang. Namun santri yang telah menerima MBG baru 375.568 orang atau sekitar 3,2%, sedangkan 11.199.410 santri atau 96,8% lainnya belum menerima manfaat program.

Kementerian Agama juga mencatat terdapat 5.142 pesantren Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dari jumlah tersebut, sebanyak 175 pesantren dengan santri lebih dari 1.000 orang dinilai berpotensi diusulkan untuk memiliki SPPG sendiri.

Kondisi serupa juga terjadi di madrasah. Dari total 87.576 madrasah di Indonesia, baru 17.112 madrasah atau 19,5% yang menerima MBG. Sementara 70.464 madrasah atau 80,5% lainnya belum terjangkau.

Adapun jumlah siswa madrasah mencapai 10.491.243 orang. Dari angka tersebut, sebanyak 2.676.241 siswa atau 25,5% telah menerima MBG, sedangkan 7.815.002 siswa atau 74,5% belum mendapatkan program tersebut.

Jika digabungkan antara pondok pesantren dan madrasah, tercatat baru sekitar 27,2% yang telah menerima MBG. Sementara 72,8% lainnya masih belum terjangkau program makan bergizi gratis.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah akan melakukan penyelarasan data lintas kementerian dan lembaga. Zulhas menegaskan, koordinasi akan diperkuat melalui tim harian di bawah Kementerian Koordinator Bidang Pangan.