News  

Pemprov DKI Tata Ulang Kawasan, 109 Tiang Monorel di Rasuna Said Dibongkar

Pemprov DKI Tata Ulang Kawasan, 109 Tiang Monorel di Rasuna Said Dibongkar
Pembongkaran tiang monorel (Dok : Int).

KabarIndonesia.id — Babak baru penataan Jakarta dimulai. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi membongkar 109 tiang monorel mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said sebagai bagian dari upaya mengembalikan fungsi jalan, mempercantik wajah kota, sekaligus menutup lembaran proyek infrastruktur yang terbengkalai selama puluhan tahun.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pembongkaran tiang monorel tersebut menjadi langkah strategis dalam penataan kawasan Kuningan dan sekitarnya.

“Ada 109 tiang monorel sampai dengan ujung Jalan Rasuna Said, semuanya akan ditata rapi, dan saya yakin ini akan membuat Jalan Rasuna Said menjadi jalan yang semakin baik dan mudah-mudah kemacetan juga akan berkurang,” kata Pramono saat meninjau lokasi pembongkaran di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).

Pramono menegaskan, keputusan pengambilan keputusan diambil setelah melalui proses koordinasi lintas lembaga yang panjang untuk memastikan tidak menyisakan persoalan hukum di kemudian hari.

Menurutnya, langkah ini sekaligus menjadi simbol penyelesaian proyek infrastruktur yang selama ini terhenti tanpa kejelasan.

Pemprov DKI berencana membersihkan seluruh tiang beton di koridor Rasuna Said rampung pada September 2026. Setelah itu, penataan akan dilanjutkan ke kawasan Senayan.

Langkah tersebut mendapat dukungan dari mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso yang juga hadir di lokasi. Ia menilai ketidakjelasan nasib tiang monorel selama ini memang harus segera diakhiri.

“Hanya ada dua pilihan, lanjutkan atau bongkar. Nah itu saya kira sudah ditawarkan oleh Gubernur Pramono, tidak bisa melanjutkan harus dibongkar,” ujar Sutiyoso.

Sementara itu, Polda Metro Jaya memastikan pengaturan lalu lintas selama proses pembongkaran dilakukan secara situasional guna meminimalkan gangguan bagi pengguna jalan.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Komarudin menyampaikan bahwa rekayasa lalu lintas akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan, dengan pembongkaran yang dijadwalkan berlangsung pada malam hari.

“Situasi aja. Rencana pembongkaran malam hari dan di jalur lambat,” kata Komarudin, Rabu (14/1/26).

Ia menambahkan, aparat kepolisian telah menyiapkan personel untuk menjamin Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) selama proses berlangsung.

“Sesuai rencana sih seperti itu. Pembongkaran malam, dan bertahap. Personil kami siapkan untuk pengamanan,” jelasnya.

Sekadar informasi, proyek monorel Jakarta yang dirancang sejak awal tahun 2000-an menyisakan puluhan tiang beton tanpa kejelasan setelah pembangunannya terhenti total.

Dengan hadirnya moda transportasi massal modern seperti MRT dan LRT, Pemprov DKI Jakarta akhirnya memilih melakukan penataan ulang demi seluruh wajah kota yang lebih fungsional dan manusiawi.