KabarIndonesia.id — Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah, menegaskan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti perintah Presiden Prabowo Subianto terkait penambahan batalyon kesehatan (yonkes). Instruksi ini diberikan menyusul kedatangan pesawat armada baru TNI Angkatan Udara, Airbus A400M.
“TNI akan segera menindaklanjuti perintah Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, terkait rencana penambahan batalyon kesehatan,” ujar Freddy saat dihubungi wartawan, Senin (3/11/2025).
Penambahan yonkes menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan operasional serta kemampuan dukungan kesehatan prajurit di seluruh matra TNI. Freddy menekankan bahwa TNI berkomitmen mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam membangun postur kekuatan yang tangguh, modern, dan responsif terhadap beragam tantangan, termasuk dalam aspek kesehatan saat operasi militer maupun kemanusiaan.
Mabes TNI saat ini tengah menyiapkan langkah teknis dan kajian kebutuhan satuan di lapangan agar pembentukan yonkes dapat dilakukan secara bertahap dan terarah, sesuai prioritas pembangunan kekuatan TNI hingga 2029.
Sebelumnya, saat meninjau kedatangan pesawat angkut A400M, Presiden Prabowo memerintahkan penambahan batalyon kesehatan. Pesawat ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengevakuasi korban bencana.
“Makanya kita bikin modul operasi udara, operasi ambulans udara, dan TNI saya perintahkan untuk menambah batalyon-batalyon kesehatan,” kata Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Presiden menjelaskan, batalyon kesehatan tidak hanya mendukung penanganan bencana di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Ia membuka peluang penggunaan Airbus A400M untuk mengevakuasi korban bencana di Gaza sebagai bagian dari misi kemanusiaan, selain mendistribusikan makanan dan bantuan logistik.
“Jadi, batalyon tim kesehatan tidak hanya mendukung bencana di wilayah nasional, tapi seandainya ada peristiwa kemanusiaan di mana-mana, kita juga bisa hadir,” jelas Prabowo.
Ia menambahkan, sebagai bagian dari komunitas dunia, Indonesia harus siap memberikan bantuan kepada negara lain yang mengalami bencana, sebagaimana bantuan yang diterima Indonesia saat tsunami Aceh maupun gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Bahkan, saat gempa besar di Turki, Indonesia mengirimkan dua pesawat Hercules dan kapal bantuan, serta menempatkan tim kesehatan di Gaza bersama Uni Emirat Arab.














