KabarIndonesia.id — Pengurus Dewan dan Pengurus Daerah Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PD PSMTI) Sulawesi Selatan periode 2025–2029 resmi dilantik oleh Ketua Umum PP Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PP PSMTI) Wilianto Tanta. Pelantikan berlangsung khidmat di Hotel D’Maleo Makassar, Jumat (31/1/2026).
Dalam proses tersebut, Thiawudy Wikarso ditetapkan sebagai Ketua PSMTI Sulawesi Selatan, bersama jajaran pengurus baru yang akan mengemban amanah organisasi selama lima tahun ke depan.
Dilantik Usai, Thiawudy Wikarso menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin PSMTI Sulsel.
Ia juga mengajak seluruh keluarga besar PSMTI untuk bersama-sama membawa organisasi ini ke arah yang lebih baik.
Pada periode kepemimpinannya, Thiawudy menegaskan komitmen mendorong akses pendidikan yang merata dan berkualitas melalui program beasiswa, pelatihan, serta strategi kemitraan dengan berbagai institusi pendidikan.
“Kami akan melestarikan dan menghidupkan budaya Tionghoa melalui kegiatan seni, festival budaya, dan edukasi lintas generasi sebagai warisan luhur yang menyuburkan kebudayaan nasional,” ucapnya.
Selain pendidikan dan kebudayaan, Thiawudy juga menaruh perhatian pada penguatan sektor sumber daya manusia anggota PSMTI.
Upaya tersebut akan dilakukan melalui pelatihan kepemimpinan, kewirausahaan, serta penguatan keterampilan digital yang relevan dengan perkembangan zaman.
“PSMTI bukan hanya fokus pada warga Tionghoa, melainkan menjadi jembatan kolaborasi antar komunitas,” bebernya.
Sementara itu, Ketua Umum PP PSMTI Wilianto Tanta turut menyampaikan ucapan selamat kepada Thiawudy Wikarso dan seluruh jajaran pengurus PSMTI Sulawesi Selatan yang baru dilantik.
“Atas nama Pengurus Pusat PSMTI, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Thiawudy Wikarso yang hari ini resmi dilantik sebagai Ketua PSMTI Provinsi Sulawesi Selatan, beserta seluruh jajaran pengurus yang baru,” menurut Wilianto.
Dengan kepengurusan baru ini, PSMTI Sulsel diharapkan semakin aktif mengambil peran sosial, budaya, dan kemasyarakatan, bergerak bersama zaman, namun tetap melekat pada nilai kebersamaan.












