News  

Pemerintah Tambah Anggaran Rp2 Triliun, Perbaikan Jembatan Pascabencana Dipercepat

Pemerintah Tambah Anggaran Rp2 Triliun, Perbaikan Jembatan Pascabencana Dipercepat
Jembatan bailey yang dibangun pemerintah di lokasi bencana di Sumatra (Dok : Ist).

KabarIndonesia.id — Pemerintah tancap gas mempercepat perbaikan jembatan di wilayah terdampak bencana di Sumatra. Kementerian Keuangan memastikan tambahan anggaran sebesar Rp2 triliun digelontorkan untuk mendukung kinerja Satuan Tugas (Satgas) Perbaikan Jembatan agar pemulihan infrastruktur vital tidak lagi tersendat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, tambahan dana tersebut membuat total anggaran Satgas Jembatan kini mencapai Rp3 triliun. Ia juga menegaskan, seluruh utang pembangunan jembatan pascabencana telah diselesaikan pemerintah.

“Jadi satgas jembatan punya alokasi dana Rp 3 triliun. Kalau enggak beres juga jembatan di sini keterlaluan, tapi saya pikir utangnya sudah lunas itu,” tutur Purbaya saat Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana, dikutip Senin (12/1/2025).

Purbaya menjelaskan, tambahan anggaran tersebut telah disepakati dalam pertemuan pemerintah di kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dan masuk dalam skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

“Jadi kan kita sudah alokasikan Rp 1 triliun ke Satgas Jembatan, terus kemarin di Hambalang ada perintah ditambah Rp 2 triliun,” papar Purbaya.

Sebelumnya, dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana, Purbaya sempat dibuat terkejut setelah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak selaku Ketua Satgas Bencana mengungkap adanya utang dalam pembangunan jembatan di wilayah terdampak bencana.

Menkeu menjelaskan, selama ini penyaluran dana bantuan bencana, termasuk untuk pembangunan jembatan di Aceh, dilakukan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan seharusnya tidak mengalami kendala.

“Jadi kalau peran menkeu agak sedikit karena kami di belakang karena cuma bayar. Kalau ada tagihan di belakang yang kami tahu dulu cuma satu pintu lewat BNPB harusnya kami anggap lancar tadinya,” ujar Purbaya.

Ia mengaku baru mengetahui adanya kewajiban pembayaran yang belum terselesaikan di lingkungan Satgas Jembatan.

“Tapi saya baru tahu sebelah saya punya utang banyak ternyata,” ujar Purbaya bercanda sambil menengok ke arah Maruli yang duduk di sebelahnya.

Suasana rapat pun mencair ketika Purbaya melontarkan pertanyaan ringan soal jaminan utang pembangunan jembatan.

“Kalau ngutang jembatan jaminannya apa?,” ujar Purbaya.

“Ya tentara pak,” jawab Maruli dengan nada bercanda dan diikuti tawa oleh seluruh anggota rapat.

Dengan tambahan anggaran tersebut, pemerintah berharap percepatan perbaikan jembatan dapat segera dirasakan masyarakat, mengingat infrastruktur penghubung menjadi urat nadi mobilitas dan pemulihan ekonomi di daerah terdampak bencana.