News  

75,9 Persen Kecelakaan Mudik Diaalami Pemotor, Pemerintah Diminta Perluas Program Mudik Gratis

42 Persen Kendaraan Belum Masuk Jakarta, Puncak Arus Balik Kedua Diprediksi 29 Maret
Ilusrasi suasana mudik Nataru (Dok : Int).

KabarIndonesia.id — Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda menyoroti tingginya angka kecelakaan selama arus mudik yang didominasi pemudik pengguna sepeda motor. Menurutnya, kondisi ini harus menjadi perhatian serius pemerintah menjelang mudik Lebaran, mengingat roda dua masih menjadi pilihan transportasi utama bagi banyak warga.

Syaiful mengungkapkan, berdasarkan catatan yang ia terima, dalam kurun 2022 hingga 2025 sebanyak 75,9 persen kecelakaan selama masa mudik yang dialami pemudik sepeda motor. Angka itu setara dengan sekitar 179.566 pemudik.

“Saya mencatat bahwa dalam kurun waktu 2022 hingga 2025, sekitar 75,9 persen kecelakaan selama masa mudik dialami oleh pengguna sepeda motor. Angka ini setara dengan sekitar 179.566 pemudik,” ujar Syaiful saat Diskusi Dialektika Demokrasi di Ruang Abdul Muis, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Dorong kebijakan yang menekan risiko kecelakaan

Syaiful menilai, angka kecelakaan tersebut seharusnya masih bisa ditekan melalui kebijakan yang tepat, terutama dengan menyediakan alternatif moda transportasi yang lebih aman bagi masyarakat selama ini mudik menggunakan sepeda motor.

Ia menilai pemerintah masih memiliki waktu untuk mengkaji langkah-langkah yang diperlukan guna mengurangi jumlah pemudik roda dua, namun dengan catatan tidak hanya melarang, melainkan memberi pilihan transportasi yang realistis dan terjangkau.

“Beberapa waktu lalu saya juga menyampaikan kepada Kementerian Perhubungan bahwa masih ada waktu sekitar satu bulan untuk mengkaji kemungkinan transaksi pemudik menggunakan sepeda motor, dengan catatan pemerintah menyediakan alternatif melalui program mudik gratis,” jelas Legislator Fraksi PKB itu.

Program mudik gratis dinilai tidak perlu

Syaiful menambahkan, jumlah pemudik sepeda motor sangat besar dan bisa mencapai sekitar 24 juta orang . Oleh karena itu, ia mendorong agar sebagian pemudik roda dua dapat “dikonversi” ke moda yang lebih aman seperti bus atau kereta api, terutama bagi keluarga yang mudik bersama pasangan dan anak.

“Jika pemudik sepeda motor dapat mengkonversi ke moda transportasi yang lebih aman, maka secara otomatis potensi kecelakaan akan menurun,” tutupnya.