News  

Trump Klaim 48 Pemimpin Iran Tewas dalam Serangan AS-Israel

Tunda Serangan ke Iran, Trump Klaim AS Melakukan Negosiasi dengan Iran
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (Dok : Int).

KabarIndonesia.id — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim sebanyak 48 pemimpin Iran tewas dalam serangan militer gabungan AS dan Israel. Trump menyebut operasi tersebut sebagai sebuah “kesuksesan” dan menilai hasilnya berdampak signifikan terhadap kepemimpinan Iran.

“Tidak ada yang percaya dengan kesuksesan yang kita raih, sebanyak 48 pemimpin telah tewas dalam satu serangan. Dan ini berlangsung dengan cepat,” kata Trump dalam wawancara dengan media AS, Fox News, seperti dilansir AFP, Senin (2/3/2026).

Trump juga menyatakan bahwa secara keseluruhan operasi militer yang diluncurkan pada Sabtu (28/2) waktu setempat itu berjalan sesuai tujuan, yakni mengesampingkan kepemimpinan Iran dan melumpuhkan kekuatan militernya.

Ia menggambarkan kondisi pascaserangan tersebut sebagai situasi yang “sangat positif”.

Sebelumnya, Trump juga mengumumkan secara langsung kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Otoritas Iran kemudian mengonfirmasi wafatnya Khamenei akibat serangan AS-Israel tersebut.

Sebagai tanggapan, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Serangan itu disebut sebagai bentuk penyelesaian atas aksi Washington dan Tel Aviv.

Sejumlah negara Timur Tengah yang menampung pasukan AS juga melaporkan adanya ledakan dan serangan rudal di wilayah mereka.

Di sisi lain, Komando Pusat AS (CENTCOM), yang menjalankan operasi militer AS di Timur Tengah, mengumumkan bahwa ia telah menenggelamkan sebuah kapal perang Iran di dermaga di Teluk Oman.

Situasi di kawasan tersebut masih berkembang di tengah meningkatnya ketegangan antara AS, Israel, dan Iran.