KabarIndonesia.id — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penyelidikan terkait dugaan mark-up proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh masih terus berlanjut. Lembaga antirasuah itu menegaskan, proses pengumpulan keterangan dari berbagai pihak yang diduga mengetahui proyek tersebut terus dilakukan.
“Kami pastikan ya teman-teman bahwa penyelidikan perkara KCIC ini masih terus berprogres,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Jumat (31/10/2025).
Budi menjelaskan, sejumlah pihak telah dimintai klarifikasi oleh penyidik. Namun, ia belum dapat mengungkapkan secara rinci siapa saja yang telah diperiksa dalam tahap awal penyelidikan tersebut. “Terkait dengan materi ataupun pihak-pihak yang diundang untuk dimintai keterangan, saat ini kami belum bisa menyampaikan detailnya secara lengkap karena ini memang masih di tahap penyelidikan,” ujarnya.
Sebelumnya, Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengonfirmasi bahwa lembaganya telah memulai penyelidikan dugaan mark-up dalam proyek strategis nasional tersebut. “Saat ini sudah pada tahap penyelidikan,” kata Asep kepada wartawan, Senin (27/10/2025).
Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) yang digarap oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menjadi salah satu proyek infrastruktur terbesar di Indonesia. Namun, sejak beroperasi, proyek ini terus menjadi sorotan publik karena dugaan pembengkakan biaya (cost overrun) dan indikasi mark-up dalam proses pengadaan maupun pelaksanaannya.
KPK menegaskan akan menindaklanjuti seluruh temuan yang relevan untuk memastikan proyek tersebut dijalankan secara transparan dan akuntabel tanpa merugikan keuangan negara.












