KabarIndonesia.id — Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang terus meluas menuai sorotan dari parlemen. Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menilai upaya diplomasi internasional sejauh ini belum mampu meredakan konflik, bahkan cenderung gagal menghasilkan solusi yang berkelanjutan.
Dalam keterangannya di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026), Amelia menegaskan bahwa kondisi ini menunjukkan lemahnya konteks global dalam menghentikan konflik yang berdampak luas terhadap stabilitas dunia.
“Eskalasi ini menunjukkan bahwa upaya diplomasi yang dilakukan belum mampu menyelesaikan konflik secara menyeluruh. Bahkan semakin meluas dan berdampak pada kawasan lain,” ujarnya.
Dampak Global Kian Meluas
Amelia menilai, konflik yang terus terjadi tidak hanya berdampak pada negara-negara yang terlibat langsung, tetapi juga memicu ketidakstabilan global, baik dari sisi keamanan maupun ekonomi.
“Eskalasi konflik ini sangat merugikan dunia global, baik dari sisi keamanan maupun ekonomi,” tegasnya.
Situasi tersebut, selanjutnya, menjadi peringatan bahwa diplomasi internasional perlu diperkuat dengan pendekatan yang lebih komprehensif dan terkoordinasi.
Dorong Peran Aktif Indonesia
Dalam konteks itu, DPR mendorong pemerintah Indonesia untuk lebih aktif mengambil peran dalam upaya deeskalasi melalui jalur diplomasi global, termasuk melalui forum Perserikatan Bangsa-Bangsa .
Menurut Amelia, Indonesia mempunyai posisi strategis sebagai negara yang secara konsisten mendorong perdamaian dunia dan dapat berperan sebagai jembatan komunikasi antar pihak yang berkonflik.
“Kita harus terus menerus mengubah upaya deeskalasi dan mendorong perundingan yang lebih komprehensif, yang benar-benar mampu menyelesaikan konflik,” jelasnya.
Amelia juga pentingnya soliditas komunitas internasional agar diplomasi tidak berjalan parsial. Ia menilai, tanpa koordinasi global yang kuat, upaya perdamaian akan sulit mencapai hasil yang nyata.
“Diplomasi tidak boleh setengah-setengah. Harus ada komitmen bersama dari komunitas internasional untuk menghentikan eskalasi ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kegagalan diplomasi tidak boleh berakhir pada pembiaran konflik berkepanjangan yang berpotensi memperparah krisis kemanusiaan.
“Kita tidak boleh membiarkan konflik ini terus berlanjut tanpa solusi. Dampaknya sangat besar, tidak hanya bagi wilayah tetapi juga dunia,” katanya.
Komisi I DPR RI, lanjut Amelia, akan terus mendorong pemerintah untuk aktif dalam berbagai inisiatif diplomasi global, sekaligus memastikan kontribusi Indonesia terhadap perdamaian dunia tetap terjaga.
“Kita ingin Indonesia hadir sebagai bagian dari solusi, bukan hanya sebagai pengamat,” tutupnya.












