• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fasion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Menkeu Purbaya Bantah Isu Daya Beli Anjlok, Penerimaan Pajak Justru Tumbuh 16,1 Persen

by Gusti Ridani
20 Mei 2026
Home Ekonomi
Share ke FBShare ke XShare di WA

Kabarindonesia.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu melemahnya daya beli masyarakat setelah penerimaan pajak hingga April 2026 justru menunjukkan kinerja yang signifikan. Pemerintah menilai pertumbuhan penerimaan pajak, khususnya dari pajak pendapatan karyawan dan konsumsi, menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi domestik masih kuat di tengah tekanan global.

Hal tersebut disampaikan Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTA di Jakarta, Selasa (19/5), saat memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir April 2026.

“Hari ini kami menyampaikan lagi realisasi APBN kami, kinerja dan fakta, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara,” ujar Menkeu mengawali konferensi pers, dikutip Rabu (20/5/2026).

Purbaya menjelaskan pendapatan negara hingga April 2026 mencapai Rp918,4 triliun atau tumbuh 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut ditopang oleh penerimaan perpajakan yang tumbuh 13,7 persen, dengan penerimaan pajak naik hingga 16,1 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Beberapa komponen pajak bahkan mencatat pertumbuhan tinggi, mulai dari Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi yang naik 25 persen, PPh 21 atau pajak gaji karyawan yang tumbuh 21 persen, hingga PPN dan PPN-BM yang melonjak 40 persen.

Menurut Purbaya, angka-angka tersebut menjadi bukti bahwa konsumsi dan aktivitas ekonomi masyarakat masih terus bergerak.

“PPh 21 tumbuh 21%. Ini data yang dibicarakan, bukan perasaan saya. Jadi tidak benar bahwa daya beli masyarakat hancur,” tegas Purbaya.

Selain penerimaan pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga menunjukkan kinerja yang positif. Hingga April 2026, realisasi PNBP mencapai Rp171,3 triliun atau tumbuh 11,8 persen.

Sementara itu, penerimaan Bea dan Cukai mulai tumbuh positif sebesar 0,6 persen setelah sebelumnya mengalami kontraksi pada Maret lalu.

Dari sisi pengeluaran, pemerintah memastikan tetap menjaga stimulus ekonomi melalui percepatan belanja negara.

Realisasi belanja negara hingga April 2026 tercatat menembus Rp1.000 triliun atau tumbuh 34,3 persen secara year-on-year.

Pertumbuhan belanja terutama berasal dari Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) yang melonjak hingga 57,9 persen.

Purbaya menekankan percepatan belanja tersebut sengaja dilakukan agar daya mendorong APBN terhadap perekonomian nasional bisa dirasakan lebih merata.

Pemerintah juga memastikan subsidi energi, termasuk BBM, tetap dipertahankan hingga akhir tahun demi menjaga stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Kombinasi antara penerimaan negara yang kuat dan pengelolaan belanja yang terukur membuat posisi fiskal pemerintah membaik secara signifikan.

Defisit APBN hingga April 2026 tercatat turun menjadi Rp164,4 triliun atau setara 0,64 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka tersebut membaik dibandingkan defisit Maret 2026 yang sempat mencapai 0,93 persen PDB.

“Maret kemarin defisit 0,93%, analis bilang kalau dikali empat tahun bisa 3,6%, itu hitungannya ajaib. Sekarang (April) defisit turun ke 0,64%,” jelasnya.

Menutup pemaparannya, Purbaya menyebut pemerintah terus berkoordinasi dengan bank sentral untuk menjaga sistem likuiditas keuangan.

Pemerintah juga optimistis pertumbuhan ekonomi pada triwulan kedua akan semakin kuat, salah satunya melalui rencana peluncuran insentif tambahan kendaraan listrik.

Insentif untuk mobil dan motor listrik tersebut direncanakan berjalan pada periode April hingga Juni 2026 guna mendukung stimulus ekonomi nasional.

Tags: APBN 2026Defisit APBNMenkeu PurbayaMenteri Keuangan Purbaya Yudhi SadewaPertumbuhan Ekonomi

Gusti Ridani

Jurnalis sejak 2020, bergabung ke Kabar Grup Indonesia mulai 2024 sebagai editor.

Next Post
Prabowo Sentil Perizinan Lambat: Malaysia 2 Minggu, Kita Bisa 2 Tahun

Prabowo Sentil Perizinan Lambat: Malaysia 2 Minggu, Kita Bisa 2 Tahun

Recommended.

Budi Gunawan: UMP yang Tidak Rasional Bisa Ganggu Ekonomi

Budi Gunawan: UMP yang Tidak Rasional Bisa Ganggu Ekonomi

7 November 2024
asus LNG Pertamina: Ahok Dicap Ikut Bertanggung Jawab, KPK Beri Respons

Ahok Terseret Isu Tersangka LNG Pertamina, KPK Angkat Bicara

26 September 2025

Subscribe.

Trending.

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

3 Juli 2026
AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

30 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
Prabowo Samakan Risiko AI dengan Nuklir, Sebut Bisa Mengancam Peradaban

Prabowo Soroti Fenomena Agen AI, Siapkan Penguatan SDM dan Riset Indonesia

30 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Exit mobile version