KabarIndonesia.id — Pasca ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus pemerasan dan penerimaan gratifikasi di Lingkungan Kementerian Pertanian oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Menteri Pertanian (Mentan) non Aktif Syahrul Yasin Limpo (SYL) terpantau meninggalkan kediaman orang tuanya di Kota Makassar malam ini.
SYL meninggalkan kediaman Ibundanya di Jalan Haji Bau, Kecamatan Ujung Pandang, Makasaar, Sulawesi Selatan, diduga menuju ke Bandara Internasional Sulthan Hasanuddin sekitar pukul 21.20 WITA, Rabu, (11/10) malam.
SYL meninggalkan kediaman orangtuanya dengan menggunakan Mobil Toyota Crown, bersama-sama di dalam mobil seorang supir dan Keponakannya, Devo Khaddafi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Syahrul Yasin Limpo tiba di Area Terminal Keberangkatan, Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada pukul 22.07 WITA, selanjutnya ia menuju ruang tunggu keberangkatan lantai-2 melalui akse Loading Duck.
Selanjutnya pada pukul 23.10 WITA, Syahrul Yasin Limpo boarding ke pesawat. Kemudian pada pukul 23.39 Wita diketahui SYL take off menuju Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta Cengkarengm, Jakarta menggunakan salah satu maskpai penerbangan.
Diketahui, SYL terpaksa mangkir dari panggilan pemeriksaan KPK terkait kasus hukum yang sedang menjeratnya karena bertolak ke Makassar untuk menjenguk ibunya yang sedang sakit.
Sebelumnya, Keponakan SYL, Devo Khaddafi mengatakan, SYL akan kembali ke Jakarta jika kondisi kesehatan ibunya telah membaik.
"Kalau kondisi ibu (Ibu Syahrul Yasin Limpo, Nurhayati Yasin Limpo) sudah membaik dalam artian sudah bisa ditinggalkan beliau akan kembali ke Jakarta. Karena beliau sudah berkomitmen untuk mengikuti semua proses-proses hukum ke depannya," ungkap Devo.
Selain SYL, KPK juga menetapkan Sekretaris Jenderal Kementan KS dan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Kementan MH sebagai tersangka.












