KabarIndonesia.id — Transformasi digital layanan kesehatan Indonesia kembali mendapat pengakuan internasional. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meraih dua kategori Special Mention dalam ajang Festival of Innovation Award 2026 yang diselenggarakan GovInsider di Singapura, Rabu (4/3), menandai penguatan posisi Indonesia dalam inovasi pelayanan publik berbasis teknologi di kawasan Asia-Pasifik.
Dua penghargaan tersebut diberikan untuk kategori Digital Leader of the Year dan Agility Award. Penghargaan pertama diberikan kepada Menteri Kesehatan RI Budi G. Sadikin atas kepemimpinannya dalam membangun ekosistem SATUSEHAT sebagai Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKN) yang terintegrasi.
Apresiasi tersebut diberikan karena langkah strategis Kemenkes dinilai berhasil mendorong efisiensi kinerja sekaligus menyederhanakan akses layanan kesehatan bagi masyarakat melalui sistem digital yang semakin terhubung.
Sementara itu, penghargaan kedua pada kategori Agility Award diberikan kepada program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Program yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto dinilai responsif dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan preventif melalui inovasi teknologi dan kebijakan berbasis data yang mendekati real-time.
Hingga 5 Maret 2026, jumlah penduduk Indonesia yang telah mendaftar dalam program CKG tercatat mencapai 85.320.550 orang.
Capaian ini dinilai menjadi salah satu indikator kuat bahwa digitalisasi layanan kesehatan mampu memperluas jangkauan pelayanan publik secara cepat dan efisien.
Atas pencapaian tersebut, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, mengatakan penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas komitmen pemerintah dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Fokus utama kami adalah memastikan setiap warga negara, tanpa kecuali, dapat mengakses layanan kesehatan preventif dengan mudah dan cepat melalui dukungan teknologi digital yang terintegrasi,” ujar Aji dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (6/3/2026).
Festival of Innovation Award sendiri merupakan ajang tahunan yang diberikan kepada sektor publik di kawasan Asia-Pasifik yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi melalui pemanfaatan teknologi.
Kategori Digital Leader menyoroti tokoh-tokoh yang mendorong inovasi digital di institusinya, sedangkan Agility Award diberikan kepada instansi yang dinilai mampu beradaptasi dengan cepat melalui solusi praktis dan efisien dalam menghadapi tantangan pelayanan, termasuk di sektor kesehatan.
Penghargaan ini diharapkan semakin memperkuat ekosistem kesehatan nasional dalam ekosistem SATUSEHAT. Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan digitalisasi kesehatan guna menjamin layanan yang lebih merata, cepat, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia.












