• Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Makassar
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Stok Beras Nasional 27,99 Juta Ton, Mentan Amran: Cukup untuk 10,8 Bulan

by Gusti Ridani
6 Maret 2026
Home Ekonomi
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional, khususnya beras, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga hampir satu tahun ke depan.

Berdasarkan data terbaru per Maret 2026, total ketersediaan beras nasional mencapai 27,99 juta ton atau cukup untuk 324 hari ke depan.

Kepastian itu disampaikan Mentan Amran dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jumat (6/3/2026).

Ia menegaskan, kondisi pangan nasional saat ini tetap terkendali di tengah pertahanan global maupun potensi gangguan iklim.

“Kalau kita lihat data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan, sehingga tidak perlu khawatir,” ujar Mentan Amran dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kementan, Jumat (6/3/2026)

Total stok beras nasional sebesar 27,99 juta ton tersebut terdiri dari stok Perum BULOG sebanyak 3,76 juta ton, stok masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta standing crop atau padi siap panen sebesar 11,73 juta ton.

Di luar stok yang telah tersedia, produksi beras nasional juga disebut terus berjalan dengan volume 2,6 hingga 5,7 juta ton per bulan, lebih tinggi dibandingkan rata-rata konsumsi nasional yang berada di angka 2,59 juta ton per bulan.

Pada periode Januari hingga Mei 2026, produksi beras nasional tercatat mencapai sekitar 16,92 juta ton. Menurut Amran, pencapaian itu menunjukkan sektor pertanian Indonesia tetap kuat meski menghadapi berbagai tekanan.

“Produksi kita tetap terjaga. Bahkan dalam beberapa bulan produksi bisa mencapai 5,7 juta ton, sehingga pasokan domestik sangat kuat,” katanya.

Selain produksi yang terus meningkat, stok beras pemerintah yang dikelola BULOG juga diperkirakan terus bertambah seiring datangnya masa panen raya di sejumlah daerah. Saat ini, stok BULOG disebut telah mencapai 3,7 juta ton dan diproyeksikan menembus 5 juta ton dalam dua bulan ke depan.

“Kita perkirakan dalam dua bulan ke depan stok BULOG bisa mencapai 5 juta ton. Ini akan semakin memperkuat cadangan pangan pemerintah,” jelasnya.

Untuk menghentikan hasrat produksi, pemerintah juga telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena iklim.

Salah satu strategi yang ditempuh adalah program pompanisasi pada lahan pertanian seluas 1,2 juta hektar, yang pada tahun ini akan kembali ditambah menjadi 1 juta hektar.

Selain itu, pemerintah menyiapkan tambahan irigasi perpompaan ( irpom ) untuk 1 juta hektare lahan guna memastikan ketersediaan air bagi tanaman padi saat musim kering.

“Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi. Tahun lalu sudah 1,2 juta hektare, dan tahun ini kita tambah lagi 1 juta hektare agar produksi tetap terjaga,” ungkapnya.

Amran juga menyebut kondisi sejumlah komoditas pangan lain, seperti ayam dan telur, saat ini berada dalam posisi surplus. Situasi tersebut dinilai semakin memperkuat stabilitas pangan nasional di tengah dinamika global.

Di sisi lain, ketersediaan pupuk juga disebut aman. Apalagi harga pupuk saat ini tercatat turun sekitar 20 persen, yang dinilai menjadi dorongan positif bagi petani untuk terus menanam.

“Pupuk cukup dan bahkan harganya turun sekitar 20 persen. Ini menjadi motivasi besar bagi petani untuk terus menanam,” ujarnya.

Ia menegaskan, kondisi pangan nasional tetap stabil meski dunia sedang menghadapi dinamika geopolitik global dan ancaman fenomena iklim seperti El Nino serta kekeringan.

“Kita tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi geopolitik global maupun potensi El Nino. Produksi kita kuat, stok kita aman,” tegasnya.

Selain pompanisasi, optimalisasi lahan rawa yang telah direhabilitasi juga menjadi salah satu strategi penting pemerintah untuk menjaga produksi saat musim kering.

Lahan tersebut dinilai tetap berpotensi menghasilkan padi ketika pasokan udara di daerah lain mengalami keterbatasan.

Dengan berbagai langkah itu, Mentan Amran memastikan pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Insya Allah pangan kita aman. Produksi kuat, stok cukup, dan berbagai langkah antisipasi sudah kita lakukan,” tutupnya.

Tags: Mentan AmranMenteri PertanianMenteri Pertanian Andi Amran Sulaimanproduksi beras 2026produksi beras RIStok beras nasionalSwasembada beras

Gusti Ridani

Jurnalis sejak 2020, bergabung ke Kabar Grup Indonesia mulai 2024 sebagai editor.

Next Post
Ramai Isu BBM Naik, Pemerintah Pastikan Harga Tetap Stabil

Pertamina: Stok BBM Aman 21 Hari, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying

Recommended.

Mensos Tegaskan RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI Meski Status Nonaktif

Mensos Tegaskan RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI Meski Status Nonaktif

6 Februari 2026
Gedung Kejagung RI

Kejagung Limpahkan 9 Tersangka Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina ke JPU

23 Juni 2025

Subscribe.

Trending.

Ketua MPR RI Ahmad Muzan

Prabowo Fokus Tata Hukum Nasional, Respons Kasus Suap Hakim Jadi Sorotan

17 April 2025
KabarIndonesia.ID

Harga Emas Hari Ini di Angka Rp1.020.000

30 Desember 2023
Belum Lapor SPT? Ini Cara Ajukan Perpanjangan hingga 2 Bulan

Menkeu Purbaya Akui Aktivasi Akun Coretax Mandiri Rumit, Minta DJP Perjelas Panduan

1 Januari 2026
BMKG Bantah Narasi OMC Sebabkan Cuaca Tak Stabil dan Banjir Besar

BMKG Bantah Narasi OMC Sebabkan Cuaca Tak Stabil dan Banjir Besar

29 Januari 2026
Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

25 November 2024
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Makassar
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Exit mobile version