Trump Sebut China Bakal Lebih Banyak Impor Energi dari AS

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bereaksi saat mengadakan pertemuan bilateral di Bandara Internasional Gimhae, di sela-sela KTT APEC di Busan, Korea Selatan

KabarIndonesia.id — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa China telah menyepakati dimulainya proses pembelian energi dari Negeri Paman Sam, termasuk potensi kerja sama besar di sektor minyak dan gas bumi.

“Faktanya, sebuah transaksi dalam skala sangat besar mungkin akan terjadi terkait pembelian minyak dan gas dari Negara Bagian Alaska yang hebat. Chris Wright, Doug Burgum, dan tim energi dari kedua pihak akan bertemu untuk melihat apakah kesepakatan energi semacam itu dapat diwujudkan,” kata Trump melalui unggahan di platform Truth Social, dikutip dari Reuters, Kamis (30/10/2025).

Trump menyebut langkah ini sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia yang sempat memanas akibat kebijakan tarif dan pembatasan ekspor. Ia menegaskan, kerja sama tersebut berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di sektor energi dan memperluas pasar bagi produsen minyak dan gas Amerika Serikat.

Dalam beberapa tahun terakhir, China menahan diri untuk tidak mengimpor minyak mentah dari AS. Bahkan sejak awal tahun ini, Beijing sempat menjual kembali gas alam cair (LNG) asal Amerika karena tarif tinggi yang membuat pembelian langsung menjadi tidak ekonomis.

Menurut data Bea Cukai China, pada tahun 2024 Amerika Serikat hanya menyumbang sekitar 5 persen dari total impor LNG China dan sekitar 2 persen dari total impor minyak mentah. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan porsi yang pernah dicapai sebelum ketegangan dagang meningkat pada masa pemerintahan Trump sebelumnya.

Rencana pembelian energi oleh China dari AS ini dinilai sebagai sinyal positif bagi hubungan dagang kedua negara setelah perang tarif yang berkepanjangan. Jika terealisasi, kerja sama tersebut berpotensi mengubah peta perdagangan energi global dan mempererat hubungan ekonomi antara Washington dan Beijing.