Rupiah Menguat 0,12 Persen, BI Pastikan Intervensi di Pasar Keuangan

Ilustrasi mata uang asing

Nilai tukar Rupiah mulai menunjukkan tanda pemulihan terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bloomberg Kamis pagi (21/10/2025) pukul 09.30 WIB, Rupiah di pasar spot exchange menguat 0,12 persen ke level Rp 16.615 per dolar AS, setelah sebelumnya ditutup di Rp 16.635 per dolar AS.

Pergerakan Rupiah sejalan dengan tren penguatan mayoritas mata uang Asia. Dolar Taiwan memimpin dengan kenaikan 0,19 persen, disusul Won Korea Selatan 0,18 persen, Peso Filipina 0,1 persen, serta Yen Jepang 0,06 persen. Adapun Dolar Singapura naik 0,05 persen, Ringgit Malaysia 0,03 persen, Yuan China 0,01 persen, dan Dolar Hongkong 0,004 persen. Sementara itu, Baht Thailand menjadi satu-satunya mata uang Asia yang melemah, yakni turun 0,05 persen.

Direktur Eksekutif Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny, menegaskan bahwa BI akan terus hadir di pasar keuangan untuk menjaga stabilitas mata uang Garuda.

“BI akan selalu ada di pasar untuk memberikan jaminan kepada pelaku pasar terkait dengan upaya menstabilkan nilai tukar Rupiah,” ujarnya.

Lebih lanjut, BI akan melakukan intervensi melalui berbagai instrumen, seperti transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) baik di pasar sekunder dalam negeri maupun di pasar luar negeri.

Ramdan menambahkan, BI optimistis Rupiah akan menguat secara bertahap.

“BI akan terus melakukan intervensi secara bold, baik di pasar domestik maupun offshore, untuk memastikan pergerakan Rupiah tetap terkendali. Seiring waktu, Rupiah akan menguat secara perlahan,” tandasnya.