• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Industri dan Terapan
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fasion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Home
  • RUBRIK
  • TENTANG KAMI

Ramai Purbaya vs Trenggono, Polemik Dana dan Pesanan Kapal di Galangan Nasional

by Gusti
11 Februari 2026
Home Berita Utama
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Isu revitalisasi galangan kapal nasional tiba-tiba ramai dibicarakan publik setelah dua menteri saling melontarkan sindiran di media sosial.

Pernyataan antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mencuri perhatian, termasuk soal sumber dana hingga klaim pesanan kapal di galangan.

Perseteruan terbuka itu muncul setelah Trenggono menanggapi pernyataan Purbaya terkait pendanaan revitalisasi galangan kapal di Tanah Air.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, Trenggono menegaskan dana pembangunan yang dimaksud bukan bersumber dari APBN, melainkan pinjaman dari luar negeri.

“Yth Menteri Keuangan, mohon anda faham dan cerdas, bahwa dana untuk pembangunan tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK (Inggris),” tulis Menteri KKP, Selasa (10/2/2026).

Trenggono juga menyindir Purbaya agar mengecek langsung informasi pendanaan itu kepada jajaran di kementeriannya.

“Coba Anda tanya dulu deh sama anak buah kapal anda, bener enggak itu uang sudah dikucurkan?” tambahnya dalam postingannya.

Respon Menkeu Purbaya: Cek ke Galangan, Belum Ada Pesanan

Purbaya kemudian menanggapi pernyataan Trenggono. Ia mengaku hanya melakukan pengecekan ke galangan dan menemukan belum ada pemesanan kapal.

“Oh saya nggak tahu, kan dia suka promosi kapal banyak. Saya cuman cek kan ke galangan, ada nggak yang di-order? ya belum. Berarti kan belum ada pesanan ke sana. Mau dibikin kapan saya nggak tahu. Ya udah,” kata Purbaya usai rapat bersama pimpinan DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026).

Purbaya menyebut informasi yang ia terima bisa saja salah. Namun, ia menegaskan dana yang berasal dari pinjaman tetap akan melalui Kementerian Keuangan.

“Yang betul Pak Trenggono mungkin saya datanya salah. Tapi sebagian katanya uangnya pinjaman. Tapi pinjaman juga nanti kan lewat kita juga,” kata Purbaya.

Ia mengaku belum mengetahui besaran pinjaman yang dimaksud. Bagi Purbaya, yang terpenting adalah program pembuatan kapal bisa segera dijalankan.

“Saya tidak tahu angkanya berubah-ubah terus. Yang penting gini, ketika ada program tadi pembuatan kapal, cepat dilanjutkan ke bawah, itu aja,” tambahnya.

Bermula dari Acara Revitalisasi Galangan Kapal

Diketahui, polemik ini berawal dari pernyataan Purbaya dalam acara Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Dalam forum tersebut, Purbaya mengaku mendapat penjelasan dari pengusaha galangan yang hadir bahwa mereka belum menerima pesanan pembuatan kapal dari KKP.

Dalam kesempatan itu, Purbaya menekankan pentingnya penguatan industri kapal perkapalan dan galangan nasional sebagai penopang pertumbuhan ekonomi serta sektor manufaktur dalam negeri.

Ia menilai Indonesia memiliki sumber daya manusia mumpuni di sektor ini, namun tidak berkembang secara optimal karena minimnya peluang dan kebijakan yang belum berpihak pada produksi domestik.

“Saya baru tahu orang kita jago, cuma nggak dikasih kesempatan sama kita sendiri,” ujar Menkeu.

Menurut Purbaya, salah satu faktor yang meningkatkan industri kapal galangan nasional adalah kebijakan yang tetap membuka ruang luas bagi impor kapal bekas, sehingga permintaan kapal buatan dalam negeri tergerus.

“Jadi orang-orang yang mampu-mampu itu nggak bisa order karena kebijakan kita sendiri. Walaupun kita negara laut, negara maritim, kapalnya beli dari luar. Orang-orang kita yang ahli nggak dikasih kesempatan,” kata Menkeu.

Purbaya juga menyoroti rendahnya pemanfaatan belanja pemerintah untuk mendukung kapal galangan nasional, termasuk dalam program peremajaan kapal yang dibiayai APBN.

Ia menyebut banyak kapal milik negara seharusnya bisa dipesan dari galangan domestik, namun tidak terserap.

Padahal menurutnya, permintaan domestik yang kuat dapat mendorong daya saing industri kapal dan galangan kapal Indonesia di tingkat global.

“Ke depan, kalau masih mau industri kita maju, permintaan domestik harus diamankan. Presiden tadi bilang ada 2.491 kapal lebih dari 25 tahun umurnya. Itu pasti akan diganti,” ujar Menkeu.

Ia menambahkan, anggaran pengadaan kapal disebut sudah disiapkan, namun belum memberikan dampak nyata bagi industri dalam negeri.

“Kita ingin mendorong pertumbuhan ekonomi. Uangnya itu saya anggarin kok. Saya perlu uang keluar cepat awal tahun supaya ekonomi tumbuh semakin cepat, semakin cepat, semakin cepat. Salah satu yang saya lihat kita punya kemampuan tapi underutilized karena tidak beri kesempatan adalah industri galangan kapal,” kata Menkeu.

Tags: Galangan Kapal NasionalMenkeu PurbayaMenteri Kelautan dan PerikananMenteri Keuangan Purbaya Yudhi SadewaPurbayaSakti Wahyu Trenggono

Gusti

Next Post
Jelang Ramadhan dan Idulfitri 2026, Pengawasan Harga Sapi Hidup di RPH Diperketat

Jelang Ramadhan dan Idulfitri 2026, Pengawasan Harga Sapi Hidup di RPH Diperketat

Recommended.

4 Provinsi dengan UMP Tertinggi 2026, Jakarta Masih Tak Tergeser

Resmi! UMP 2026 Mengacu Formula Baru, Daerah Maju Berpotensi Dapat Peningkatan Lebih Besar

17 Desember 2025
KabarIndonesia.ID

Piala Euro 2020, Spanyol Ditahan Imbang Swedia

30 Desember 2023

Subscribe.

Trending.

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

24 Juni 2026
Tips Aman Menggunakan Memory ChatGPT untuk Kerja Digital

Benarkah ChatGPT Semakin “Mengenal” Kamu? Begini Cara Kerja Memory, Chat History, dan Privasi Data

24 Juni 2026
AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

26 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • Kecerdasan Artifisial
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Review
  • Photography
  • Security

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Exit mobile version