KabarIndonesia.id — Presiden Lebanon Joseph Aoun mengeluarkan arahan tegas kepada Panglima Angkatan Darat untuk menghadapi setiap serangan Israel di wilayah selatan yang telah dibebaskan. Arahan ini disampaikan guna mempertahankan tanah air serta menjamin keselamatan warga negara Lebanon.
Perintah tersebut muncul setelah serangan darat Israel di kota Bleyda yang menewaskan seorang pegawai pemerintah kota bernama Ibrahim Salameh. Korban dilaporkan ditembak mati saat tertidur di dalam gedung pemerintah kota oleh pasukan Israel yang menyerbu wilayah tersebut menggunakan jip militer.
Presiden Aoun mengecam keras insiden tersebut, menyebutnya sebagai bagian dari praktik agresif Israel terhadap warga sipil. Ia menilai serangan itu sebagai bentuk penghinaan terhadap proses diplomatik, mengingat peristiwa terjadi tidak lama setelah pertemuan Mekanisme Pemantauan Penghentian Permusuhan.
Presiden menegaskan bahwa mekanisme pemantauan tidak cukup hanya mencatat fakta di lapangan, tetapi harus bertindak tegas menekan Israel agar menghentikan pelanggaran terhadap kedaulatan Lebanon.
Seiring dengan operasi darat di Bleyda, Israel juga melancarkan serangan udara besar-besaran yang menargetkan pegunungan di sekitar desa Al-Jarmak dan Al-Mahmoudiya. Lebih dari sepuluh rudal dilaporkan menghantam wilayah tersebut, disertai patroli udara intensif menggunakan pesawat tempur dan drone.
Seruan Presiden Aoun untuk bertindak mendapat dukungan luas dari berbagai kekuatan politik Lebanon, termasuk Hizbullah, yang memuji sikap tegas Presiden dan mengutuk pembunuhan di Bleyda. Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri juga menilai tindakan Israel sebagai agresi serius terhadap kedaulatan nasional dan resolusi PBB. Ia menyerukan persatuan nasional dalam menghadapi situasi tersebut.
Sementara itu, Komando Militer Lebanon menegaskan bahwa tindakan Israel di Bleyda merupakan pelanggaran berat terhadap kedaulatan negara dan Perjanjian Penghentian Permusuhan. Militer Lebanon menolak klaim Israel yang dianggap tidak berdasar dan menuntut mekanisme internasional segera menghentikan pelanggaran yang terus terjadi.
Respon politik dan militer yang terpadu terhadap arahan Presiden Aoun menunjukkan sikap nasional yang tegas dalam menghadapi eskalasi agresi Israel dan pelanggaran berulang terhadap wilayah Lebanon.












