Prabowo Paparkan Strategi Jaga Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen

Prabowo Paparkan Strategi Jaga Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen
Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan Kamar Dagang Amerika Serikat (USCC), US-ASEAN Business Council (USABC), dan US-Indonesia Society (USINDO) di Gedung USCC, Washington DC (Dok : Int).

KabarIndonesia.id — Presiden Prabowo Subianto memaparkan strategi pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil di atas 5 persen. Fokus utama diarahkan pada penguatan investasi, pembangunan konektivitas, serta tabungan transisi energi sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat bertemu perwakilan Kamar Dagang Amerika Serikat, US-ASEAN Business Council, dan US-Indonesia Society di Gedung USCC, Washington, DC, Rabu (18/2/2026) sore waktu setempat.

Dalam forum tersebut, Prabowo menekankan pentingnya kerja sama dan stabilitas sebagai prasyarat utama pertumbuhan berkelanjutan.

Ia menilai kolaborasi dan kompromi antar pemimpin akan membangun kepercayaan yang kuat bagi investor.

“Saya belajar bahwa kerja sama, kolaborasi, dan kompromi pada akhirnya akan terbukti lebih bermanfaat dan lebih menguntungkan bagi semua pihak,” kata Prabowo, seperti dilansir Antara, Kamis (19/2/2026).

Prabowo menyebut stabilitas politik, supremasi hukum, dan tata kelola pemerintahan yang baik menjadi faktor kunci dalam menjaga iklim investasi.

Ia mengklaim fundamental perekonomian Indonesia tetap solid berkat disiplin fiskal dan pertumbuhan yang konsisten di atas 5 persen.

Salah satu strategi utama pemerintah adalah memperkuat perekonomian dari tingkat masyarakat paling bawah.

Pemerintah ingin memastikan pertumbuhan dapat dipertahankan dalam jangka panjang melalui pengelolaan sumber daya alam yang sehat dan berkelanjutan.

“Kita ingin memiliki kemampuan untuk mempertahankan pertumbuhan, tetapi kita juga perlu mengendalikan perekonomian dalam arti memastikan pemanfaatan sumber daya alam kita dilakukan secara sehat dan berkelanjutan,” kata Prabowo.

Selain itu, pembangunan infrastruktur dan konektivitas menjadi prioritas. Prabowo mengakui masih ada pekerjaan rumah besar, terutama terkait efisiensi logistik, sehingga pemerintah akan mendorong pembangunan pelabuhan, bandara, dan jalan tol.

Di sisi lain, transisi energi juga masuk dalam strategi jangka panjang pemerintah. Pengembangan energi nasional terbaru, kendaraan listrik, dan industri energi hijau disebut sebagai langkah penting dalam memperkuat daya saing ekonomi.

“Kami berkomitmen pada energi terbarukan, kendaraan listrik, dan industri hijau, namun pendekatan kami sangat pragmatis,” imbuh dia.

Dengan kombinasi stabilitas politik, penguatan investasi, konektivitas pembangunan, serta transisi energi yang terukur, pemerintah optimis mampu menjaga momentum pertumbuhan sekaligus meningkatkan posisi Indonesia dalam persaingan global.