Mentan Amran Akui 29.000 Ton Beras Bulog Rusak Akibat Stok Melimpah

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

KabarIndonesia.id — KabarIndonesia.id — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa sekitar 29.000 ton beras di gudang Bulog mengalami kerusakan. Menurutnya, hal ini terjadi bukan karena kekurangan pasokan, melainkan akibat stok beras yang melimpah di gudang.

“Rusak beras (Bulog) 29.000 (ton), tambah aja 1.000 biar bulat 30.000 (ton). Dulu tidak rusak karena berasnya tidak ada, Pak. Sekarang rusak karena melimpah berasnya,” kata Amran dalam acara Refleksi Satu Tahun Kemenko Pangan di Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025).

Amran menjelaskan bahwa stok beras di gudang Bulog sempat mencapai 4 juta ton, jumlah tertinggi dalam sejarah. Kondisi ini membuat Bulog terpaksa menyewa gudang tambahan untuk menampung sekitar 1,2 juta ton beras.

Ia menambahkan, beras yang rusak tersebut tidak akan dibuang percuma, melainkan dialihkan menjadi pakan ternak guna mengurangi potensi kerugian negara. “Kalau ini tidak layak konsumsi, kita alihkan untuk pakan ternak. Itu kan tetap punya nilai,” ujar Amran di Kantor Presiden, Kamis (9/10).

Dari total sekitar 4 juta ton cadangan beras pemerintah yang tersimpan di Bulog, baru sekitar 3 juta ton yang diserap untuk kebutuhan dalam negeri. Karena itu, jumlah beras rusak sekitar 29 ribu ton dinilai tidak akan berdampak signifikan terhadap stok nasional.

“Serapan dalam negeri sekarang sudah lebih dari 3 juta ton. Sisanya masih aman untuk kebutuhan enam bulan ke depan,” tutup Amran.