Kementan dan Kemen PPPA Kolaborasi Dorong Ketahanan Pangan Keluarga Lewat Pekarangan Bergizi

Kementan-Kemen PPPA sinergi gerakkan pekarangan pangan bergizi

KabarIndoneisa.id — Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) berkomitmen memperkuat sinergi dalam pelaksanaan Program Pekarangan Pangan Bergizi di tingkat rumah tangga. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkokoh ketahanan pangan, meningkatkan gizi keluarga, serta memperkuat peran perempuan dalam menopang ekonomi domestik.

“Program ini diharapkan berkontribusi terhadap penguatan ekonomi keluarga dan pemberdayaan perempuan,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Kamis (15/5).

Pernyataan tersebut disampaikan usai menerima kunjungan Menteri PPPA Arifah Fauzi sehari sebelumnya. Dalam pertemuan itu, Mentan Amran menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan melalui pertanian rumah tangga merupakan salah satu strategi kunci untuk mengatasi persoalan ekonomi keluarga dan gizi buruk.

“Dengan pekarangan pangan bergizi, ibu-ibu bisa tanam cabai, pelihara ayam, tanam sayuran. Ini bukan hanya soal makanan, tapi penghematan belanja dan penguatan ekonomi dari dapur sendiri,” jelasnya.

Mentan menekankan bahwa program ini lebih dari sekadar kegiatan berkebun ia adalah gerakan sosial-ekonomi yang menyasar kesejahteraan keluarga dari hulu ke hilir. Dengan konsep swasembada rumah tangga, manfaat program ini diyakini akan terasa luas: menekan kemiskinan, menurunkan angka stunting, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.

Sebagai wujud nyata dukungan, Kementan akan membagikan secara gratis benih cabai, sayuran, umbi-umbian, serta bibit ayam dan itik petelur. Program ini juga dilengkapi dengan pendampingan intensif bagi para penerima manfaat agar praktiknya berjalan efektif dan berkelanjutan.

Di sisi lain, Menteri PPPA Arifah Fauzi menyoroti keterkaitan erat antara kemiskinan dan tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Menurutnya, akar dari sebagian besar kekerasan domestik bermula dari tekanan ekonomi dalam keluarga.

“Kalau akar masalahnya adalah ekonomi, maka kita selesaikan mulai dari kebutuhan paling dasar, yaitu pangan keluarga. Dengan memanfaatkan pekarangan, ibu-ibu bisa menanam, memenuhi konsumsi rumah sendiri,” terang Arifah.

Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Kementan, serta menyebut kolaborasi ini sebagai langkah konkret menuju terwujudnya perempuan berdaya dan anak terlindungi sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

“Alhamdulillah, Pak Menteri siap mendukung penuh gerakan ini. Minimal, pengeluaran dapur bisa ditekan, dan ibu-ibu tak perlu lagi belanja keluar,” tambahnya.

Sinergi antarkementerian ini diharapkan menjadi katalisator transformasi sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat akar rumput. Melalui gerakan pekarangan bergizi, pemerintah berupaya mewujudkan Indonesia yang mandiri, sejahtera, dan berkeadilan, dimulai dari rumah tangga, terutama bagi perempuan dan anak sebagai pilar utama pembangunan bangsa.