Jelang HUT TNI, Prajurit Intai Amfibi Praka Zaenal Gugur Saat Latihan Terjun Payung

Prajurit Batalyon Intai Amfibi-1 Korps Marinir TNI AL (Yontaifib-1) duduk di dalam ruangan dekompresi (chamber decompression) milik Yontaifib-1 usai melakukan penyelaman dalam operasi SAR pesawat Sriwijaya Air PK-CLC nomor penerbangan SJ 182 di Pantai Tanjung Kait, Tangerang, Banten.

KabarIndonesia.id — Duka mendalam menyelimuti Korps Marinir TNI Angkatan Laut menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Ke-80 TNI. Salah satu prajurit terbaik dari pasukan elite Detasemen Intai Para Amfibi 1 (Denipam 1) Marinir, Praka Zaenal Mutaqim, dinyatakan gugur setelah mengalami insiden tragis dalam latihan terjun payung di perairan Teluk Jakarta.

Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh Dinas Penerangan TNI AL. Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Tunggul, menyampaikan bahwa kecelakaan terjadi pada Kamis (2/10), ketika Praka Zaenal menghadapi kendala teknis di udara.

Peristiwa nahas itu berlangsung saat almarhum mengikuti latihan “Presidential Inspection”, bagian dari rangkaian perayaan HUT TNI yang melibatkan operasi khusus bertajuk Rubber Duck Operation (RDO). Musibah terjadi ketika ia mengalami gangguan pada tahap processing opening parachute atau proses pembukaan parasut.

“Dengan penuh rasa duka cita yang mendalam, TNI Angkatan Laut menyampaikan bahwa salah satu prajurit terbaik kami, Praka Marinir Zaenal Mutaqim, telah gugur,” ujar Laksma Tunggul di Jakarta, Minggu (5/10/2025).

Menurut penjelasannya, parasut yang digunakan Praka Zaenal sebenarnya sempat mengembang dan mendarat di permukaan laut. Namun, penyebab pasti di balik insiden fatal tersebut belum diuraikan secara rinci.

Tim pengaman laut yang siaga di lokasi langsung bergerak melakukan evakuasi menggunakan ambulance sea rider, membawa korban ke posko kesehatan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil). Dari sana, Praka Zaenal segera dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Selama dua hari, tim medis berupaya maksimal menyelamatkan nyawanya. Namun, pada Sabtu (4/10) dini hari, Praka Zaenal menghembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Subroto. Jenazahnya telah dimakamkan dengan upacara militer penuh kehormatan di kampung halamannya, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan keberaniannya, TNI AL mengusulkan pemberian Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Anumerta bagi almarhum.

Pihak TNI AL menegaskan, tragedi ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh agar keselamatan prajurit selalu menjadi prioritas utama dalam setiap latihan dan operasi.
“Almarhum merupakan sosok prajurit berdedikasi tinggi, berprestasi, dan memiliki semangat juang luar biasa dalam setiap tugas yang diembannya,” tutup Laksma Tunggul.