• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Industri dan Terapan
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fasion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Home
  • RUBRIK
  • TENTANG KAMI

Inggris dan AS Serukan Iran Kembali ke Meja Perundingan, Dunia Kecam Serangan ke Fasilitas Nuklir

by Firman Marlon
23 Juni 2025
Home News
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan keprihatinan serius terhadap program nuklir Iran dan menyerukan kembalinya Teheran ke jalur diplomasi. Hal ini disampaikan dalam percakapan telepon antara kedua pemimpin pada Minggu (22/6), sebagaimana dilansir dari pernyataan resmi kantor Perdana Menteri Inggris.

“Kedua pemimpin membahas situasi di Timur Tengah dan menegaskan kembali besarnya ancaman yang ditimbulkan oleh program nuklir Iran terhadap stabilitas dan keamanan global,” demikian isi pernyataan tersebut.

Mereka juga mengulas tindakan militer yang diambil AS pada Sabtu malam (21/6) terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran, masing-masing di Natanz, Fordow, dan Isfahan. Langkah ini, menurut Washington, bertujuan untuk secara signifikan merusak kapasitas Iran dalam mengembangkan senjata nuklir.

Presiden Trump secara eksplisit memperingatkan bahwa Iran harus segera “mengakhiri perang ini” dan kembali ke jalur perundingan, jika tidak, negara tersebut akan menghadapi konsekuensi yang jauh lebih serius di masa mendatang.

Meskipun demikian, Wakil Presiden AS J.D. Vance menegaskan bahwa meskipun telah dilakukan serangan militer, Amerika Serikat tidak sedang dalam status perang dengan Republik Islam Iran.

Di pihak lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menanggapi dengan tegas. Ia menyatakan bahwa “pintu diplomasi seharusnya tetap terbuka,” namun menilai bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk perundingan, mengingat AS telah “menghancurkan kepercayaan” melalui aksi sepihaknya. Araghchi juga menegaskan bahwa Iran akan melakukan segala tindakan yang dianggap perlu untuk menjaga keamanan dan kepentingan nasionalnya.

Organisasi Energi Atom Iran menambahkan bahwa tekanan internasional tidak akan menghentikan pengembangan teknologi nuklir nasional. “Industri nuklir Iran tidak akan surut,” bunyi pernyataan lembaga tersebut.

Serangan Amerika tersebut langsung menuai kecaman dari berbagai negara dan organisasi internasional. Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, memperingatkan bahwa tindakan tersebut menandai eskalasi berbahaya yang dapat menggoyahkan perdamaian dan keamanan kawasan serta internasional.

Rusia secara terbuka mengecam serangan AS, menyebutnya sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional, Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB. Moskow mendesak Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk memberikan respons yang jujur dan tegas terhadap peristiwa ini.

Kecaman juga datang dari Kuba dan China, yang sama-sama menilai tindakan Washington sebagai bentuk agresi yang tidak dapat dibenarkan, serta memperingatkan akan konsekuensi geopolitik yang lebih luas jika ketegangan tidak segera diredam.

Dengan situasi yang terus memanas, komunitas internasional kini menghadapi dilema besar: antara memperkuat tekanan terhadap Iran atau membuka kembali kanal diplomatik demi menghindari krisis yang lebih luas di kawasan.

Firman Marlon

Next Post
Duta Besar RI untuk Kerajaan Bahrain Ardi Hermawan

KBRI Manama Imbau WNI di Bahrain Laporkan Diri di Tengah Eskalasi Iran-Israel

Recommended.

Harga Bahan Baku Mahal, DPR Ungkap Akar Masalah Industri Farmasi Nasional

Harga Bahan Baku Mahal, DPR Ungkap Akar Masalah Industri Farmasi Nasional

30 Januari 2026
KabarIndonesia.ID

Kala Telak dari Vietnam, Timnas Indonesia Juru Kunci

30 Desember 2023

Subscribe.

Trending.

Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

24 Juni 2026
Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Tips Aman Menggunakan Memory ChatGPT untuk Kerja Digital

Benarkah ChatGPT Semakin “Mengenal” Kamu? Begini Cara Kerja Memory, Chat History, dan Privasi Data

24 Juni 2026
AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

26 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • Kecerdasan Artifisial
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Review
  • Apple
  • Applications
  • Computers
  • Gaming
  • Gear
    • Audio
    • Camera
    • Smartphone
  • Microsoft
  • Photography
  • Security

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version