• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Industri dan Terapan
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fasion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Home
  • RUBRIK
  • TENTANG KAMI

Harga Bahan Baku Mahal, DPR Ungkap Akar Masalah Industri Farmasi Nasional

by Gusti
30 Januari 2026
Home News
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty menilai lemahnya daya saing industri farmasi nasional bukan semata-mata akibat ketidakefisienan produksi. Justru, mahalnya harga bahan baku dan tingginya biaya produksi di dalam negeri menjadi faktor utama yang membuat produk farmasi Indonesia sulit bersaing dengan produk impor.

“Kalau misalnya bahan bakunya mahal, otomatis kan jadinya harganya tinggi. Sebenarnya kan bukan karena mereka itu produknya mahal, bukannya mereka itu tidak efisien, bukan begitu. Tapi memang memproduksi itu tinggi di Indonesia,” ujar Evita usai memimpin rapat Komisi VII DPR RI bersama Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kemenperin, Direktur Utama Bio Farma, Direktur Utama Kimia Farma, serta Direktur Utama Indofarma di PT Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/1/2026).

Evita menjelaskan, tingginya ongkos produksi dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari harga bahan produksi yang mahal hingga keterbatasan pasokan bahan baku.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap harga jual dan daya saing produk farmasi nasional, baik di pasar domestik maupun global.

“Masalah gas, harga gas yang tinggi, bahan baku yang sulit itu banyak faktor-faktor yang menyebabkan daya saing kita itu jadi rendah. Ketika masalah-masalah yang kita dapat di lapangan ini bisa kita carikan solusinya, kita berharap daya saing produk Indonesia itu tidak akan kalah dengan produk-produk luar,” jelasnya.

Selain persoalan biaya, Evita juga menyoroti masih adanya tumpang tindih kebijakan antar kementerian dan lembaga dalam pengembangan industri nasional.

Menurutnya, pembelian industri farmasi tidak bisa dibebankan hanya kepada satu kementerian, karena berkaitan erat dengan sektor lain, mulai dari lingkungan hidup hingga perizinan AMDAL.

“Kebijakan kita ini masih tumpang tindih. Sekarang ini tidak bisa Kemenperin saja kalau kita bicara izin industri. Memang Kemenperin bisa sendiri? Enggak! Karena ada kaitannya dengan lingkungan hidup, dengan AMDAL, ada hubungan dengan lintas K/L terkait lainnya. Jadi semuanya ini harus memiliki kemauan politik. Itu yang paling penting. Kalau semua K/L itu memiliki kemauan politik untuk kemajuan daripada kemandirian produk industri dalam negeri kita, insyaallah itu bisa tercapai,” ujarnya.

Ia menegaskan, komitmen politik yang kuat dan sinergi lintas sektor menjadi kunci agar industri farmasi nasional mampu bangkit, mandiri, dan bersaing di tengah ketatnya pasar global.

Tags: Bahan baku obatDPRFarmasiIndustri farmasi

Gusti

Next Post
91 WNI Korban Sindikat Penipuan Online Dipulangkan dari Myawaddy Myanmar

91 WNI Korban Sindikat Penipuan Online Dipulangkan dari Myawaddy Myanmar

Recommended.

KabarIndonesia.ID

Hari Kedua, Jokowi Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Presiden Kenya

30 Desember 2023
KabarIndonesia.ID

Wapres Buka Konferensi Islam Tingkat ASEAN di Bali

30 Desember 2023

Subscribe.

Trending.

Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

24 Juni 2026
Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Tips Aman Menggunakan Memory ChatGPT untuk Kerja Digital

Benarkah ChatGPT Semakin “Mengenal” Kamu? Begini Cara Kerja Memory, Chat History, dan Privasi Data

24 Juni 2026
AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

26 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • Kecerdasan Artifisial
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Review
  • Apple
  • Applications
  • Computers
  • Gaming
  • Gear
    • Audio
    • Camera
    • Smartphone
  • Microsoft
  • Photography
  • Security

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version