KabarIndonesia.id — Pemerintah Indonesia dan Prancis resmi menjalin kemitraan strategis di bidang kebudayaan melalui penandatanganan lima kerangka kerja sama yang bertujuan mempererat kolaborasi lintas bangsa. Kesepakatan ini merupakan bagian dari agenda kunjungan resmi Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia dan penegasan komitmen kedua negara dalam kerangka Visi Bersama Indonesia–Prancis 2050.
Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Menteri Kebudayaan Indonesia Fadli Zon dan Menteri Kebudayaan Prancis Rachida Dati dalam forum Dialog Budaya Indonesia–Prancis yang digelar di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Kamis (29/5).
“Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah diplomasi budaya kita. Bukan sekadar menjalin hubungan antarlembaga, melainkan mempertemukan para pelaku budaya lintas generasi dan membangun ruang kolaboratif lintas peradaban,” ujar Fadli dalam pernyataan resminya di Jakarta, Jumat (30/5).
Kelima bidang kerja sama tersebut mencakup:
- Permuseuman dan digitalisasi koleksi. Kerja sama ini dilakukan antara Kementerian Kebudayaan Indonesia dan Kementerian Kebudayaan Prancis yang mencakup penyelenggaraan pameran bersama, pertukaran kurator, serta digitalisasi koleksi untuk memperluas akses publik terhadap warisan budaya kedua negara.
- Film dan audiovisual. Kementerian Kebudayaan RI bekerja sama dengan Centre national du cinéma et de l’image animée (CNC) Prancis dalam membentuk ekosistem perfilman yang kuat melalui pertukaran sineas, produksi bersama, dan partisipasi dalam berbagai festival film internasional.
- Pengembangan kapasitas perfilman. Kemitraan dengan sekolah film ternama La Fémis bertujuan memperkuat kapasitas sineas muda Indonesia melalui program residensi, pelatihan, dan pendampingan kreatif.
- Riset dan studi koleksi warisan budaya. Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (IHA) Indonesia akan bekerja sama dengan École française d’Extrême-Orient (EFEO) untuk melakukan studi lintas disiplin mengenai sejarah, arkeologi, epigrafi, dan manuskrip Asia Tenggara.
- Kolaborasi permuseuman dan pendidikan publik. IHA dan Museum Guimet di Prancis akan bekerja sama dalam pengelolaan koleksi, pengembangan pendidikan publik, serta penyelenggaraan pameran tematik yang menampilkan kekayaan budaya masing-masing negara.
Fadli menegaskan bahwa kolaborasi internasional harus melibatkan langsung para pelaku budaya yang menjadi motor penggerak inovasi. “Mereka adalah representasi masa depan budaya kita. Kreativitas mereka adalah cerminan dari dinamika dan vitalitas budaya Indonesia saat ini,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa Menteri Kebudayaan Prancis Rachida Dati mengapresiasi keberagaman dan kemajuan ekosistem budaya Indonesia, yang tidak hanya mengakar pada tradisi tetapi juga berkembang dalam bentuk budaya kontemporer, digital, dan populer.
“Kita ingin Indonesia dikenal bukan hanya karena warisan masa lalu, tetapi juga karena kreativitas hari ini dan potensi besar di masa depan,” tambahnya.
Fadli juga menekankan bahwa Indonesia sangat terbuka terhadap kerja sama internasional yang mendukung pemajuan kebudayaan nasional sekaligus memperkuat kontribusi budaya Indonesia bagi dunia.












