• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Industri dan Terapan
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fasion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Home
  • RUBRIK
  • TENTANG KAMI

Belum Ada Kepastian TGPF Kerusuhan Agustus, YLBHI Kritik Sikap Pemerintah

by Firman Marlon
16 September 2025
Home Berita Pilihan
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Kepastian mengenai pembentukan tim investigasi independen atau Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk menelisik kerusuhan pada akhir Agustus 2025 masih menggantung tanpa kejelasan.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan bahwa hingga kini belum ada instruksi dari Presiden Prabowo Subianto terkait rencana pembentukan tim tersebut.

Ketidakpastian ini dipandang Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, sebagai indikasi keengganan pemerintah membongkar aktor intelektual di balik tragedi tersebut. “Pemerintah dengan segala kewenangannya justru kalah oleh media yang berhasil menguak banyak hal, kalah pula oleh masyarakat sipil yang sudah membongkar berbagai fakta,” ujar Isnur saat ditemui di Kantor ICW, Jakarta, Senin (15/9/2025).

Ia menilai absennya langkah tegas pemerintah mencerminkan ketidakhadiran negara dalam mengusut peristiwa besar itu. “Yang kami lihat, ada kekosongan kepemimpinan. Pemerintah tampak tak sanggup menganalisis, mengurai, dan menemukan akar masalah kerusuhan,” ungkapnya.

Lebih jauh, Isnur menuding keengganan tersebut tercermin dari kriminalisasi yang justru menimpa para aktivis. “Alih-alih mengusut dalang, pemerintah malah menjerat aktivis yang memperjuangkan perlindungan HAM, memberikan bantuan hukum, dan menyuarakan demokrasi yang lebih akuntabel,” ujarnya.

Isnur menekankan, pembentukan TGPF semakin mendesak untuk mengidentifikasi siapa yang menjadi pengendali utama kerusuhan. Menurutnya, aparat kepolisian hanya menyentuh sisi pidana tanpa membedah pola kekerasan yang terjadi. “Bagaimana pola kekerasannya? Siapa aktor yang muncul tiba-tiba, dari mana alat digunakan, bagaimana arus keuangan mengalir—semua itu tak pernah dibuka,” tegasnya.

Jika pemerintah pada akhirnya menolak membentuk TGPF, Isnur menyebut hal itu akan menimbulkan tanda tanya besar. “Masyarakat justru akan curiga. Mengapa pemerintah enggan membuka? Apa yang sebenarnya disembunyikan?” katanya.

“Jangan-jangan ada sesuatu yang ditutup-tutupi kekuasaan. Lalu malah melempar kesalahan, mengambinghitamkan tokoh masyarakat sipil seperti Delpedro,” pungkasnya.

Tags: YLBHI

Firman Marlon

Next Post
Dana Jemaah Disita KPK, Nama Ustaz Khalid Basalamah Ikut Terseret Kasus Korupsi Haji

KPK Periksa Ustaz Khalid Basalamah soal Uhud Tour

Recommended.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W. Kamdani

Apindo Apresiasi Pembentukan Satgas Premanisme demi Lindungi Iklim Usaha

14 Mei 2025
KabarIndonesia.ID

Ditemukan Kasus Baru GGAPA, Ini Penjelasan Kemenkes!

30 Desember 2023

Subscribe.

Trending.

Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

24 Juni 2026
Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Tips Aman Menggunakan Memory ChatGPT untuk Kerja Digital

Benarkah ChatGPT Semakin “Mengenal” Kamu? Begini Cara Kerja Memory, Chat History, dan Privasi Data

24 Juni 2026
AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

26 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Media digital berteknologi AI di Indonesia yang andal dan akurat memberitakan informasi seputar AI untuk membangun ekosistem AI yang sehat.

Follow Us

Rubrik

  • Kecerdasan Artifisial
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Manajemen

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Mega Kuningan, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Wilayah Jakarta Selatan

Email: info@kabarindonesia.id

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Review
  • Apple
  • Applications
  • Computers
  • Gaming
  • Gear
    • Audio
    • Camera
    • Smartphone
  • Microsoft
  • Photography
  • Security

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version