Banjir di Mataram: 16 Warga Dirujuk ke Rumah Sakit, Ribuan Terdampak

Tangkapan layar kanal youtube: Banjir di Mataram

KabarIndonesia.id — Sebanyak 16 warga harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit usai banjir melanda Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (6/7).

“Data sementara yang kami terima, ada 16 warga yang dirujuk ke rumah sakit. Jumlah ini masih akan terus kami perbarui,” ujar Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Lalu Hamzi Fikri, saat meninjau lokasi terdampak bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri di Mataram, Senin.

Menurut Hamzi Fikri, belasan warga tersebut memiliki riwayat penyakit tertentu sehingga memerlukan perawatan lanjutan. “Ada yang terkena stroke, sehingga harus segera dirujuk. Kalau sakitnya ringan, cukup kami tangani di puskesmas,” tuturnya.

Dalam kondisi darurat seperti ini, seluruh fasilitas kesehatan disiagakan penuh. “Sejak kemarin malam kami sudah mengecek kesiapan puskesmas dan rumah sakit di wilayah terdampak,” kata mantan Direktur RSUD Provinsi NTB itu.

Ia mengingatkan, bahaya justru meningkat usai banjir surut. Penyakit berbasis lingkungan seperti diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta penyakit kulit akibat air kotor, menjadi ancaman serius. “Kita juga harus waspada terhadap demam berdarah dengue (DBD) yang kerap muncul pasca-banjir,” tambahnya.

Di posko pengungsian, seperti Asrama Haji NTB, ditemukan sejumlah lansia yang memiliki penyakit kronis. “Ada yang mengidap diabetes melitus sehingga butuh suntikan insulin, ini jadi prioritas penanganan kami,” ungkapnya.

Selain itu, kondisi psikologis para lansia juga menjadi perhatian. “Banyak yang kaget, trauma, dan kesulitan tidur. Mereka adalah kelompok rentan, sehingga kami lakukan pendampingan khusus,” jelas Hamzi Fikri.

Untuk memantau kondisi kesehatan warga terdampak, tim kesehatan dari RSUP NTB dan RSUD Kota Mataram telah disebar ke seluruh posko dan wilayah banjir. “Tindakan surveilans sedang berjalan, dan kami menunggu hasil penilaian di lapangan,” ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mencatat, banjir akibat hujan lebat tersebut berdampak pada 7.676 kepala keluarga atau 30.681 jiwa. Kepala BPBD NTB, Ahmadi, menyebut enam kecamatan terdampak cukup parah, yakni Sandubaya, Mataram, Cakranegara, Sekarbela, Selaparang, dan Ampenan.

Banjir juga mengakibatkan korban luka sebanyak 15 jiwa dan 520 jiwa mengungsi. Sementara itu, data korban meninggal dunia maupun hilang masih dalam proses pendataan.

Ahmadi menjelaskan, luapan sungai yang melintas di Kota Mataram merendam permukiman akibat hujan deras yang turun sejak pukul 14.00 Wita hingga sore. “Puluhan mobil terseret banjir, pohon tumbang, hingga robohnya tembok keliling TPST Sandubaya ke jalan,” ungkapnya.

Kini, kondisi disebut sudah lebih kondusif. “Tim gabungan masih bekerja membersihkan material sisa banjir demi memulihkan aktivitas warga,” pungkasnya.