Doa Bersama Sivitas Akademika FK Unhas: Seruan Nurani untuk Pendidikan Kedokteran

Istimewa - Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, M.Sc., SpPD-KGH, SpGK, FINASIM

KabarIndonesia.id — Sivitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin menggelar doa bersama dan pembacaan salawat sebagai wujud ikhtiar spiritual serta ekspresi solidaritas atas berbagai tantangan yang kini membelit ranah pendidikan kedokteran dan kesehatan di Tanah Air.

Rangkaian kegiatan khusyuk ini dipimpin langsung oleh Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, M.Sc., SpPD-KGH, SpGK, FINASIM. Turut hadir jajaran pimpinan fakultas, para wakil dekan, dosen, tenaga kependidikan, hingga residen dan mahasiswa yang menyatu dalam satu ikatan batin untuk bangsa.

Dalam untaian doanya, Prof. Haerani menyuarakan keprihatinan mendalam atas kondisi sistem pendidikan kedokteran yang dianggap semakin menjauh dari nilai-nilai luhur. Ia mengangkat suara kegelisahan kolektif—resah yang diam-diam dirasakan banyak tenaga medis dan pendidik di seluruh penjuru Indonesia.

Kegiatan ini bukan semata seremonial spiritual, melainkan panggilan hati. Mereka bermunajat memohon pertolongan dari Tuhan Yang Maha Kuasa agar setiap kebijakan yang dihasilkan oleh para pemangku kebijakan benar-benar berpihak pada peningkatan mutu pendidikan, menjunjung tinggi etika profesi, dan meletakkan kesejahteraan rakyat sebagai poros utama pelayanan kesehatan.

Ritual doa berlangsung secara luring di dua titik: Masjid Fakultas Kedokteran Unhas dan Auditorium Prof. A. Amiruddin. Bagi peserta di luar kota, siaran daring melalui Zoom memastikan partisipasi luas tanpa batas geografis.

Lebih dari sekadar permohonan akan perlindungan ilahi bagi institusi, kegiatan ini mencerminkan kesadaran kolektif atas krisis yang tengah mengancam wajah pendidikan medis nasional. Ini adalah gema dari nurani, seiring dengan gerakan senada yang digelorakan oleh organisasi profesi di tingkat nasional.

Melalui doa dan salawat, mereka hadir bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk setiap dokter dan pendidik yang tengah berjuang dalam senyap—demi harkat, martabat, dan kesehatan masyarakat Indonesia.