• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Industri dan Terapan
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fasion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Home
  • RUBRIK
  • TENTANG KAMI

Gus Yahya: Hari Santri Bukan Slogan, tapi Momentum Konsolidasi Persatuan Bangsa

by Firman Marlon
9 November 2025
Home Berita Utama
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional (HSN) bukan sekadar seremonial atau slogan, melainkan momentum penting untuk mengonsolidasikan seluruh kekuatan bangsa dalam menjaga persatuan dan keutuhan Indonesia.

“Tagline Hari Santri bukan sekadar slogan, tetapi panggilan untuk konsolidasi persatuan bangsa,” ujar Gus Yahya dalam acara Kick Off Hari Santri Nasional 2025 yang digelar di Auditorium UNUSA, Surabaya, Minggu (19/10/2025).

Gus Yahya menjelaskan bahwa peringatan HSN yang tahun ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia” memiliki makna reflektif dan historis. Selain menjadi ajang memperingati perjuangan santri dalam melahirkan NKRI, Hari Santri juga merupakan perayaan pengakuan atas kontribusi santri terhadap kemerdekaan dan pembangunan bangsa.

“Proklamasi Indonesia memang dibacakan di Jakarta, tapi ujian kemerdekaannya justru terjadi di Surabaya. Dan itu dilakukan oleh santri,” tegasnya, merujuk pada semangat Resolusi Jihad 1945 yang digelorakan oleh Hadratusy Syekh Hasyim Asy’ari.

Dalam kesempatan itu, Gus Yahya juga mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang tengah mendorong transformasi sistem dan manajemen keuangan negara demi kesejahteraan rakyat. Ia menilai kebijakan tersebut membutuhkan dukungan dan energi besar dari seluruh elemen bangsa.

“Kebijakan besar itu butuh energi koheren yang besar, dan dukungan seluruh elemen bangsa. Karenanya, Hari Santri harus menjadi momentum kebersamaan nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Yahya menyoroti berbagai peristiwa yang belakangan menimpa dunia pesantren, termasuk tayangan televisi yang dianggap melecehkan kiai dan lembaga pendidikan Islam. Ia menyebut hal itu sebagai “kado pahit” yang seharusnya dijadikan pemicu untuk memperkuat solidaritas.

“Kita marah bukan karena Lirboyo atau NU saja, tapi karena penistaan terhadap kelompok identitas yang menjadi bagian dari keindonesiaan,” tegasnya.

Sebelum menyerukan persatuan nasional, Gus Yahya mengingatkan agar warga Nahdlatul Ulama (NU) terlebih dahulu bersatu sebagaimana pesan Hadratusy Syekh Hasyim Asy’ari dalam Muqaddimah Qanun Asasi.

“Masuklah ke dalam jam’iyyah ini dalam rukun dan bersatu, bukan hanya jasad, tapi juga ruh. Adanya masalah tidak boleh menjadi alasan untuk berpisah,” pesannya.

Menurutnya, persatuan bukan berarti meniadakan perbedaan, melainkan kemampuan untuk tetap bersama di tengah perbedaan.

Peringatan Hari Santri ke-10 ini menjadi momentum historis untuk mempertegas peran santri sebagai garda terdepan penjaga moral, pelindung kemerdekaan, dan pengawal peradaban bangsa.

Acara Kick Off HSN 2025 turut dihadiri sejumlah tokoh PBNU dan PWNU Jawa Timur, antara lain KH Hasan Mutawakkil Alallah, Prof. Dr. Muhammad Nuh, KH Abdul Hakim Mahfudz, serta pengurus cabang NU se-Jawa Timur.

Tags: Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf

Firman Marlon

Next Post
WHO Tetapkan Muhammadiyah sebagai EMT Pertama di Indonesia Berstandar Internasional

Muhammadiyah Catat Sejarah, EMT Resmi Terverifikasi WHO Sebagai Tim Medis Darurat Internasional Pertama dari Indonesia

Recommended.

FKBI Minta Pemerintah Pastikan Ganti Rugi serta Pemulihan untuk Korban Keracunan MBG

Ratusan Siswa Keracunan MBG, FKBI Tekankan Pentingnya Skema Pemulihan dan Kompensasi

22 September 2025
SAH! Masa Jabatan Kades Kini 8 Tahun

SAH! Masa Jabatan Kades Kini 8 Tahun

29 Maret 2024

Subscribe.

Trending.

Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

24 Juni 2026
Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Tips Aman Menggunakan Memory ChatGPT untuk Kerja Digital

Benarkah ChatGPT Semakin “Mengenal” Kamu? Begini Cara Kerja Memory, Chat History, dan Privasi Data

24 Juni 2026
AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

26 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • Kecerdasan Artifisial
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Review
  • Apple
  • Applications
  • Computers
  • Gaming
  • Gear
    • Audio
    • Camera
    • Smartphone
  • Microsoft
  • Photography
  • Security

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version