• Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Makassar
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Massa Gelar Aksi Menuju Indonesia Bangkrut di Bundaran HI, Ini 5 Tuntutannya

by Gusti Ridani
12 Juni 2026
Home Kabar Utama
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Massa aksi yang mengusung seruan “Menuju Indonesia Bangkrut” akan turun ke jalan di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Jumat (12/6). Aksi ini digelar sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Dalam siaran pers tertanggal Kamis (11/6), massa aksi menilai kondisi ekonomi masyarakat semakin berat. Mereka menyoroti harga kebutuhan pokok, penyempitan lapangan kerja, beban pajak, hingga penggunaan anggaran negara yang dianggap tidak efektif.

“Kenyataan yang kita hadapi sekarang adalah ekonomi hanya tumbuh di atas kertas, tapi di meja makan rakyat, tidak ada yang berubah. Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat sekarat dihajar pajak. Dan pemerintah? Sibuk memoles citra sambil membagi proyek kepada kroni,” tulis massa aksi dalam siaran persnya, dikutip Jumat (12/6/2026).

Mereka menegaskan aksi tersebut bukan semata perbedaan sikap politik, melainkan bentuk kekecewaan terhadap kondisi rakyat yang dinilai terus dirugikan oleh kebijakan negara.

“Ini bukan soal perbedaan politik. Ini soal siapa yang benar-benar dirugikan dan jawabannya adalah kita semua lah sebagai rakyat yang dirugikan,” lanjutnya.

Massa aksi juga menyebut kritik berbasis data telah berulang kali disampaikan, namun tidak mendapat respons serius dari pemerintah.

Mereka menilai pemerintah lebih banyak mengelak ketimbang bertanggung jawab terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Sejumlah isu yang menjadi sorotan dalam aksi tersebut antara lain kebijakan pajak UMKM melalui PP 20/2026, pembatalan royalti minerba, ketidakpastian lapangan kerja bagi generasi muda, serta dugaan pemborosan anggaran pada program yang dinilai belum menunjukkan hasil jelas.

“Di saat rakyat dicekik oleh pajak UMKM melalui PP 20/2026, pemerintah justru membatalkan royalti minerba untuk oligarki. Di saat generasi muda melamar kerja tanpa kepastian, anggaran negara bocor ke program-program yang tak jelas hasilnya. Di saat kampus seharusnya jadi ruang berpikir bebas, militerisme justru sengaja disusupkan ke dalamnya,” tegasnya.

Massa aksi menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya keretakan hubungan antara negara dan rakyat. Karena itu, mereka menyatakan turun ke jalan menjadi pilihan untuk menyampaikan protes secara terbuka.

“Kontrak sosial antara negara dan rakyat itu yang sedang dirobek, sedikit demi sedikit, hari demi hari. Semua itu lah yang membuat kami harus turun ke jalan!” tulisnya.

Mereka juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga Jakarta, khususnya yang beraktivitas di sekitar Bundaran HI, atas potensi kemacetan dan ketidaknyamanan selama aksi berlangsung.

“Teruntuk warga di Jakarta utamanya di sekitaran Bundaran HI, kami ingin memohon maaf atas kemacetan dan ketidaknyamanan yang akan terjadi esok hari. Namun, kami ingin memberi pesan bahwa kemacetan lalu lintas esok hanya berlangsung beberapa jam. Di sisi lain, kemacetan mobilitas sosial, kemacetan lapangan kerja, dan kemacetan masa depan yang dipaksakan sistem ini kepada rakyat itu sudah jauh lebih lama berlangsung selama puluhan tahun dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti sendiri,” tulis massa aksi.

Dalam pernyataan sikapnya, massa aksi menyampaikan lima tuntutan utama. Pertama, stop pemborosan APBN. Kedua, turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.

Ketiga, hentikan Program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Keempat, hentikan militerisme di ranah sipil. Kelima, mendesak Prabowo berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah.

Massa aksi turut mengundang berbagai elemen masyarakat untuk bergabung, mulai dari mahasiswa, buruh, guru, pedagang, ibu rumah tangga, komunitas pelari, hingga warga yang merasa arah kebijakan negara tidak lagi berpihak kepada rakyat.

Mereka menegaskan aksi ini menjadi ruang konsolidasi publik untuk menuntut perubahan kebijakan pemerintah.

“Gangguan sementara ini adalah harga yang kami pilih bayar bersama, demi mencegah kerusakan yang jauh lebih besar,” tulis massa aksi.

Tags: Aksi demoAksi Menuju Indonesia BangkrutDemo Jakarta

Gusti Ridani

Jurnalis sejak 2020, bergabung ke Kabar Grup Indonesia mulai 2024 sebagai editor.

Next Post
Digitalisasi AI GovTech Dikebut ke 514 Daerah, Pengamat Ingatkan Risiko Kekacauan Data

Digitalisasi AI GovTech Dikebut ke 514 Daerah, Pengamat Ingatkan Risiko Kekacauan Data

Recommended.

Hotman Paris Mundur Sebagai Pengacara Febrie Adriansyah Karena Kondisi Kesehatan

Hotman Paris Mundur Sebagai Pengacara Febrie Adriansyah Karena Kondisi Kesehatan

23 Juli 2026
KabarIndonesia.ID

Pencabutan PPKM, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Meningkat Signifikan

30 Desember 2023

Subscribe.

Trending.

Inilah Daftar Lengkap 13 Komisi DPR RI Dengan Mitra Kerjanya

Inilah Daftar Lengkap 13 Komisi DPR RI Dengan Mitra Kerjanya

23 Oktober 2024
Kandaure Toraja: Manik-Manik yang Mengikat Makna dan Tradisi

Kandaure Toraja: Manik-Manik yang Mengikat Makna dan Tradisi

13 Desember 2024
Ibu Rumah Tangga di Bekasi Bisa Punya Penghasilan, Caranya Bikin Onigiri dan Sushi yang Viral

Sandiaga Uno Dorong UMKM Bekasi Lewat Pelatihan Onigiri dan Sushi

9 November 2025
KabarIndonesia.ID

Harga Emas Akhir Bulan di Angka Rp1.029.000 Per Gram

30 Desember 2023
Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

25 November 2024
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Makassar
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version