• Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Makassar
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Banjir Meluas di Kalimantan Barat, Ribuan Warga Terdampak

by Firman Marlon
24 Januari 2025
Home Kabar Utama
Share ke FBShare ke XShare di WA

Kabarkalimantan.id — Banjir di Provinsi Kalimantan Barat semakin meluas, melanda empat wilayah sekaligus: Kabupaten Sambas, Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, dan Kabupaten Landak. Ribuan kepala keluarga harus menghadapi dampak bencana ini, sementara akses jalan dan fasilitas umum di sejumlah daerah terganggu.

Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel, melaporkan bahwa banjir di Kabupaten Sambas menjadi salah satu yang paling terdampak. “Bencana banjir di Kabupaten Sambas mengakibatkan sebanyak 3.497 kepala keluarga (KK) atau 17.485 jiwa yang terdampak. Dua orang dilaporkan meninggal dunia,” ungkap Daniel pada Kamis (22/1/2025) pagi.

Selain itu, Kota Singkawang juga mengalami banjir yang merendam satu kecamatan dan enam kelurahan. Namun, BPBD Kalbar hingga kini masih melakukan proses verifikasi data untuk memastikan jumlah warga terdampak. “Kami terus mendata dan memastikan agar seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan yang sesuai,” tambahnya.

Di Kabupaten Bengkayang, banjir melanda Kecamatan Ledo. Sebanyak 37 KK atau 229 jiwa terdampak akibat banjir di wilayah ini. Sementara itu, banjir di Kabupaten Landak terjadi di Kecamatan Menyuke, yang merendam sejumlah desa dan berdampak pada 2.524 KK atau 11.776 jiwa. Daniel menjelaskan bahwa kondisi di Kabupaten Landak adalah yang terparah di antara wilayah lainnya.

Menurut laporan BPBD Kalbar, banjir di Kabupaten Landak memutus akses jalan utama di Desa Darit dan Desa Ansang, Kecamatan Menyuke. Kondisi ini menyulitkan mobilitas warga dan upaya distribusi bantuan. Selain itu, sebuah sekolah dasar di wilayah tersebut turut terdampak, dengan ketinggian air yang mencapai 1-2 meter hingga masuk ke ruang kelas.

“Fasilitas pendidikan terganggu, dan anak-anak tidak bisa bersekolah dalam situasi seperti ini. Kami sedang berupaya membuka akses jalan yang terputus agar bantuan bisa segera sampai ke desa-desa yang terdampak parah,” jelas Daniel.

Kondisi banjir diperburuk dengan curah hujan tinggi yang diperkirakan masih akan terus berlangsung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Pontianak memprediksi bahwa potensi hujan lebat akan berlanjut hingga beberapa hari ke depan. Hal ini meningkatkan risiko banjir susulan, terutama di daerah-daerah yang sudah mengalami genangan air tinggi.

Menghadapi situasi ini, BPBD Kalbar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi orang tua yang memiliki anak-anak. “Kami mengingatkan agar anak-anak tidak bermain di area banjir. Kondisi ini sangat berbahaya dan dapat mengancam keselamatan mereka,” tegas Daniel.

Selain itu, Daniel juga mendorong pemerintah kabupaten/kota yang terdampak banjir untuk segera menetapkan status tanggap darurat bencana. Dengan penetapan status ini, proses pengiriman logistik, peralatan, dan personel untuk membantu penanganan di wilayah bencana dapat dipercepat. “Kami berusaha memastikan semua daerah terdampak mendapatkan bantuan dengan segera dan tepat sasaran,” katanya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat saat ini sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan bencana. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah dikerahkan untuk membantu evakuasi warga serta distribusi bantuan logistik di wilayah terdampak.

Salah satu warga Desa Darit, Anton (45), mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi tahun ini merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. “Air naik dengan cepat sejak semalam. Kami terpaksa mengungsi ke rumah saudara yang lebih tinggi. Barang-barang banyak yang tidak bisa diselamatkan,” tuturnya.

Bantuan logistik seperti makanan siap saji, air bersih, dan obat-obatan mulai didistribusikan ke beberapa titik pengungsian. Namun, akses jalan yang terputus membuat penyaluran bantuan ke wilayah terpencil menjadi tantangan tersendiri.

“Kami memprioritaskan wilayah yang aksesnya sulit dijangkau. Untuk itu, kami juga berkoordinasi dengan TNI-Polri agar bantuan bisa dikirim melalui jalur alternatif,” ujar seorang petugas BPBD yang bertugas di lapangan.

BMKG terus memantau perkembangan cuaca di wilayah Kalimantan Barat dan mengimbau warga untuk selalu memperhatikan informasi terkini terkait cuaca. “Potensi hujan lebat masih ada. Kami meminta masyarakat tetap siaga, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir,” ujar perwakilan BMKG Pontianak.

Banjir yang melanda Kalimantan Barat tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengancam kehidupan ribuan orang. Diperlukan kerja sama yang solid antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait untuk menghadapi tantangan ini. Warga berharap agar penanganan banjir dapat segera dilakukan secara optimal sehingga aktivitas mereka dapat kembali normal.

Tags: Banjir MeluasKalimantan BaratRibuan WargaTerdampak

Firman Marlon

Next Post
DPRD DKI Jakarta Dorong Perda Perlindungan Hewan Domestik

DPRD DKI Jakarta Dorong Perda Perlindungan Hewan Domestik

Recommended.

Ilustrasi kativitas Karyawan Pabrik

Pabrik Baru Tunas Esta Indonesia di Demak Siap Serap Ribuan Tenaga Kerja dan Dongkrak Ekspor Sarang Burung Walet ke China

8 November 2025
TOK! Mahkamah Agung Menolak Kasasi Jaksa Penuntut Umum: Fatia Haris Menang, Vonis Bebas Telah Berkekuatan Hukum Tetap!

TOK! Mahkamah Agung Menolak Kasasi Jaksa Penuntut Umum: Fatia Haris Menang, Vonis Bebas Telah Berkekuatan Hukum Tetap!

26 September 2024

Subscribe.

Trending.

Ketua MPR RI Ahmad Muzan

Prabowo Fokus Tata Hukum Nasional, Respons Kasus Suap Hakim Jadi Sorotan

17 April 2025
KabarIndonesia.ID

Harga Emas Hari Ini di Angka Rp1.020.000

30 Desember 2023
Belum Lapor SPT? Ini Cara Ajukan Perpanjangan hingga 2 Bulan

Menkeu Purbaya Akui Aktivasi Akun Coretax Mandiri Rumit, Minta DJP Perjelas Panduan

1 Januari 2026
BMKG Bantah Narasi OMC Sebabkan Cuaca Tak Stabil dan Banjir Besar

BMKG Bantah Narasi OMC Sebabkan Cuaca Tak Stabil dan Banjir Besar

29 Januari 2026
Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

25 November 2024
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Makassar
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Exit mobile version